‹ Semua renungan

Rabu, 30 Desember 2026

Setia Seperti Hana

Hampir setiap gereja punya sosok itu: nenek yang selalu duduk di bangku yang sama, hadir dalam misa harian entah hujan entah panas. Tidak banyak bicara, tidak pernah jadi pengurus. Hanya hadir, puluhan tahun.

Kemarin kita berjumpa Simeon yang menatang bayi Yesus sambil bernyanyi. Hari ini Lukas memperkenalkan pasangannya: Hana, nabi perempuan, delapan puluh empat tahun, janda sejak muda. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Hidup memberinya alasan yang cukup untuk pahit: kehilangan suami hanya tujuh tahun setelah menikah, lalu puluhan tahun sendirian. Tetapi kesedihannya tidak menjadi kepahitan. Kesedihannya menjadi kesetiaan.

Dan kesetiaan itu tidak sia-sia. Pada hari yang tepat ia ada di tempat yang tepat, dan matanya yang tua mengenali Anak itu. Seketika ia mengucap syukur dan berbicara tentang Dia kepada semua orang yang menantikan kelepasan. Pewarta tertua dalam Injil adalah seorang janda berumur delapan puluh empat tahun.

Surat Yohanes hari ini mengingatkan: dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Hana memilih yang tetap.

Di penghujung tahun, kesetiaan sederhana seperti itulah yang layak kita bawa masuk ke tahun yang baru.

Tuhan, jadikanlah aku setia seperti Hana: hadir, berdoa, dan berharap sampai akhir. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →