‹ Semua renungan

Rabu, 23 Desember 2026

Namanya Yohanes

Di kampung, nama anak sering sudah dipesan jauh-jauh hari. Nama kakek diturunkan kepada cucu, nama keluarga dijaga jangan sampai putus. Nama adalah cara keluarga berkata: engkau milik kami, lanjutkanlah riwayat kami.

Kemarin kita mendengar Maria tinggal tiga bulan bersama Elisabet lalu pulang. Hari ini Elisabet bersalin, dan pada hari kedelapan para tetangga datang hendak menamai bayi itu Zakharia, menurut nama bapanya. Wajar. Tetapi ibunya menolak: jangan, ia harus dinamai Yohanes. Para tetangga protes: tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian. Lalu Zakharia yang bisu meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika itu mulutnya terbuka dan ia memuji Allah.

Apa yang sedang terjadi? Sebuah keluarga sedang belajar bahwa anak ini bukan sekadar penerus riwayat mereka. Ia milik riwayat yang lebih besar, riwayat Allah. Namanya tidak diambil dari leluhur, sebab tugasnya bukan mengulang masa lalu, melainkan menyiapkan masa depan: jalan bagi Tuhan.

Maleakhi menubuatkan utusan yang mempersiapkan jalan itu. Kini ia sudah lahir, dan seluruh pegunungan Yudea bertanya-tanya: menjadi apakah anak ini nanti?

Anak-anak kita pun bukan salinan kita. Mereka milik rencana Allah.

Tuhan, bebaskanlah aku dari keinginan mencetak orang lain menurut gambaranku. Biarlah rencana-Mu yang jadi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →