‹ Semua renungan

Senin, 21 Desember 2026

Kabar yang Tak Bisa Duduk

Kabar gembira punya sifat aneh: ia tidak bisa duduk diam. Orang yang baru diterima kerja atau dinyatakan sembuh dari sakit pasti segera mencari orang untuk diberi tahu. Kabar baik menuntut kaki.

Kemarin kita mendengar Maria berkata: jadilah padaku menurut perkataanmu. Hari ini kalimat pertamanya: beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan. Gadis muda yang baru saja mengandung Anak Allah tidak berdiam merenungkan keistimewaannya. Ia berangkat, menempuh jalan pegunungan berhari-hari, untuk menemani Elisabet yang tua dan sedang hamil enam bulan.

Kidung Agung hari ini seperti mengiringi perjalanan itu: dengarlah, kekasihku, lihatlah ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung. Sang Kekasih memang sedang datang, dibawa dalam rahim seorang perawan yang bergegas.

Dan lihatlah yang terjadi ketika kabar itu tiba. Salam Maria terdengar, anak dalam rahim Elisabet melonjak kegirangan, dan Elisabet penuh dengan Roh Kudus. Sukacita ternyata menular lewat kunjungan.

Menjelang Natal, jadwal kita padat oleh persiapan. Injil hari ini bertanya sederhana: kepada siapa aku bisa membawa sukacita ini? Mungkin cukup satu kunjungan, satu salam, satu kehadiran di rumah yang sepi.

Tuhan, jadikanlah kakiku pembawa kabar baik, dan salamku pembawa sukacita. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →