Sabtu, 19 Desember 2026
Doa yang Mengendap
Ada doa yang jawabannya datang cepat. Ada doa yang mengendap bertahun-tahun sampai kita sendiri berhenti mengucapkannya. Pasangan yang merindukan anak tahu benar rasanya: setiap bulan berharap, setiap bulan kecewa, sampai akhirnya belajar diam.
Dua pasangan dalam bacaan hari ini hidup dalam pengendapan itu. Isteri Manoah mandul. Elisabet mandul, dan bersama Zakharia sudah lanjut umur. Lalu pada hari yang tidak mereka duga, malaikat datang membawa kabar yang sama: engkau akan melahirkan seorang anak laki-laki. Dari rahim yang disebut tertutup itu lahir Simson dan Yohanes, dua pembuka jalan keselamatan.
Reaksi Zakharia jujur sekali: bagaimanakah aku tahu hal ini akan terjadi? Aku sudah tua. Rupanya doa itu masih diucapkannya di mezbah, tetapi hatinya sudah tidak menunggu jawaban. Maka Gabriel berkata: doamu telah dikabulkan. Doa yang mana? Mungkin doa yang sudah puluhan tahun ia anggap kedaluwarsa.
Ini penghiburan bagi kita semua yang punya doa-doa lama: untuk anak yang belum kembali, kesembuhan yang belum datang, keluarga yang belum rukun. Di hadapan Allah, doa tidak pernah basi. Ia mengendap seperti benih, menunggu musimnya.
Jangan berhenti menabur, meski musimnya belum kelihatan.
Tuhan, peliharalah doa-doaku yang lama, dan ajarlah aku percaya pada musim-Mu. Amin.