‹ Semua renungan

Jumat, 18 Desember 2026

Diamnya Yusuf

Kemarin kita mendengar silsilah panjang yang berujung pada satu nama: Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus. Hari ini sorotan Injil berhenti pada Yusuf, dan kita mendapati dia sedang memikul persoalan yang amat berat.

Tunangannya mengandung, dan ia tahu itu bukan anaknya. Menurut hukum, Yusuf berhak mempermalukan Maria di muka umum. Tetapi Matius menyebutnya seorang yang tulus hati, dan ketulusan itu tampak dalam pilihannya: ia tidak mau mencemarkan nama isterinya, maka ia bermaksud menceraikannya diam-diam. Bahkan dalam kecewa, ia masih melindungi. Bahkan ketika merasa dikhianati, ia menolak mempermalukan.

Kepada hati semacam itulah Allah berbicara lewat mimpi: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu. Dan sesudah bangun, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan. Tanpa perdebatan. Tidak ada satu kalimat pun yang tercatat keluar dari mulutnya di seluruh Injil. Ia hanya bertindak.

Kita hidup di zaman orang cepat mengumbar kekecewaan dan gemar mempermalukan orang di depan umum. Yusuf mengajarkan jalan lain: diam yang melindungi, taat yang bekerja. Barangkali karena itulah Allah berani menitipkan Putra-Nya kepadanya.

Imanuel berarti Allah menyertai kita. Yang pertama mengecap arti nama itu adalah tukang kayu yang tulus ini.

Tuhan, berilah aku hati Yusuf: tulus ketika kecewa, dan taat tanpa banyak kata. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →