Kamis, 17 Desember 2026
Silsilah yang Jujur
Orang Jawa menimbang calon menantu dengan tiga ukuran: bibit, bebet, bobot. Asal-usul diperhitungkan. Karena itu daftar silsilah biasanya dirapikan; yang harum ditonjolkan, yang memalukan disimpan rapat.
Hari ini Injil membacakan silsilah Yesus Kristus, dan anehnya daftar itu sama sekali tidak dirapikan. Di sana ada Tamar yang menyamar demi mendapat keturunan, Rahab perempuan sundal dari Yerikho, Rut si orang asing, dan isteri Uria yang direbut Daud lewat skandal berdarah. Ada raja saleh, ada raja bejat, ada masa pembuangan yang memalukan. Semua ditulis. Tidak ada yang dihapus.
Matius seperti mau berkata: beginilah keluarga yang dipilih Allah untuk menjadi jalan kedatangan-Nya. Bukan trah yang steril, melainkan keluarga manusia apa adanya, lengkap dengan luka dan aibnya. Tongkat kerajaan yang dijanjikan kepada Yehuda menempuh jalan yang berliku-liku, tetapi sampai.
Ini kabar baik untuk kita yang punya sejarah keluarga tidak sempurna, atau sejarah pribadi yang ingin kita sobek halamannya. Allah tidak menunggu silsilah kita bersih untuk hadir. Ia justru menenun keselamatan memakai benang-benang kusut itu.
Sepekan menjelang Natal, pandanglah riwayatmu sendiri tanpa gentar. Dari keluarga mana pun, Allah sanggup menumbuhkan rahmat.
Tuhan, masuklah ke dalam sejarah keluargaku yang tidak sempurna, dan tenunlah keselamatan di sana. Amin.