‹ Semua renungan

Rabu, 16 Desember 2026

Hujan Pertama

Hujan pertama sesudah kemarau panjang punya bau yang khas. Tanah kering yang tersiram mengeluarkan harum yang sulit dilukiskan, dan orang sekampung menyambutnya dengan lega: akhirnya turun juga.

Bacaan pertama hari ini memuat doa Adven yang paling tua: hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya; baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan. Keselamatan dilukiskan seperti hujan. Ia tidak diproduksi dari bawah, dari usaha manusia, melainkan dicurahkan dari atas, dari Allah. Tugas bumi hanya satu: membuka diri.

Dalam Injil, Yohanes dari penjara bertanya: Engkaukah yang akan datang itu? Yesus menjawab dengan menunjuk tanah yang mulai basah: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang miskin mendengar kabar baik. Hujan itu sudah turun. Rintik-rintik pertamanya sedang jatuh di mana-mana.

Masalahnya, tanah bisa terlalu keras. Air yang tercurah mengalir lewat begitu saja, tidak meresap. Hati pun bisa begitu: mengikuti masa Adven, mendengar bacaan, tetapi tidak ada yang meresap, sebab permukaannya keras oleh kesibukan dan rasa sudah tahu.

Doa hari-hari ini sederhana saja: gemburkanlah aku. Supaya ketika rahmat dicurahkan, ia tidak lewat, melainkan masuk dan menumbuhkan sesuatu.

Tuhan, curahkanlah keadilan-Mu dari atas, dan bukalah tanah hatiku untuk menerimanya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →