‹ Semua renungan

Selasa, 15 Desember 2026

Ya, Nanti

Setiap orang tua hafal jawaban ini: ya, nanti. Anak disuruh belajar, jawabnya ya, nanti. Disuruh membereskan kamar, ya, nanti. Jawaban paling manis yang paling jarang ditepati.

Kemarin kita mendengar imam-imam kepala menolak menjawab pertanyaan Yesus tentang baptisan Yohanes. Hari ini Yesus meneruskan dengan perumpamaan yang menohok mereka. Dua anak disuruh bekerja di kebun anggur. Yang sulung menjawab manis, baik bapa, tetapi tidak pergi. Yang kedua menjawab kasar, aku tidak mau, tetapi kemudian menyesal lalu pergi juga. Siapa yang melakukan kehendak ayahnya? Semua tahu jawabannya.

Lalu Yesus menutup dengan kalimat yang pedas: pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk Kerajaan Allah. Sebab mereka yang dulu berkata tidak dengan hidupnya akhirnya menyesal dan percaya. Sementara kaum saleh berkata ya di bibir, tidak di kaki.

Agama memang bisa berhenti sebagai kesopanan: rajin menjawab ya kepada Tuhan di gereja, lalu hidup sepanjang minggu seolah tidak pernah disuruh apa-apa. Tuhan rupanya lebih menghargai tidak yang bertobat daripada ya yang kosong.

Kebun anggur menunggu. Hari ini jawaban kita diukur bukan dari mulut, melainkan dari langkah.

Tuhan, selamatkanlah aku dari iman yang hanya sopan santun. Gerakkanlah kakiku ke kebun-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →