‹ Semua renungan

Senin, 14 Desember 2026

Bintang di Malam Pekat

Bintang punya syarat untuk terlihat: langit harus gelap. Di kota yang terang benderang, bintang hampir tak tampak. Justru di desa tanpa lampu, ketika malam benar-benar pekat, langit bertabur cahaya.

Bileam, juru tenung bayaran itu, memandang jauh ke depan dan mengucapkan nubuat yang mengejutkan: bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel. Gereja membaca nubuat ini pada masa Adven karena tahu siapa Bintang itu: Kristus, yang terbit justru ketika sejarah Israel sedang gelap-gelapnya.

Hari ini Gereja mengenang Santo Yohanes dari Salib, mistikus yang menulis tentang malam gelap jiwa. Ia pernah dipenjarakan oleh saudara-saudara serikatnya sendiri, di bilik sempit, berbulan-bulan. Justru dari kegelapan itu lahir madah-madah cinta ilahi yang paling indah. Ia belajar apa yang diketahui para pemandang bintang: ada cahaya yang hanya kelihatan saat semua lampu lain padam.

Kita takut pada masa-masa gelap: kehilangan, sakit, doa yang terasa kosong. Wajar. Tetapi jangan buru-buru menyebutnya tanda Tuhan pergi. Bisa jadi Ia sedang memadamkan lampu-lampu kecil supaya kita akhirnya melihat Bintang.

Sedang gelap? Tengadahlah. Jangan hanya sibuk menyalakan lampu darurat.

Tuhan, dalam malam-malamku yang paling pekat, jadilah Bintang yang tak pernah tenggelam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →