‹ Semua renungan

Sabtu, 12 Desember 2026

Obor di Jalan Gelap

Waktu listrik padam di desa, satu obor di ujung jalan kelihatan dari jauh. Nyalanya kecil, tetapi ia mengubah segalanya: orang jadi tahu arah, yang takut jadi berani berjalan. Api tidak perlu besar untuk menuntun. Ia hanya perlu berani menyala di tempat gelap.

Kitab Sirakh melukis Elia dengan bahasa api: tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar. Elia berbicara benar di zaman raja-raja gemar dibohongi. Ia menegur penguasa, ditentang, diburu, tetapi obornya tidak padam. Sampai akhirnya ia diangkat dalam kereta berapi, dan Israel percaya ia akan datang lagi mendahului hari Tuhan.

Dalam Injil, Yesus membuka rahasianya: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia. Murid-murid mengerti bahwa yang dimaksudkan ialah Yohanes Pembaptis. Obor yang sama menyala di tepi Yordan, dan sekali lagi dunia tidak mengenalinya, malah memperlakukannya semaunya.

Rupanya begitulah nasib obor: dibutuhkan sekaligus tidak disukai, sebab terang selalu membuat yang kotor kelihatan. Adven membutuhkan orang-orang yang bernyala begini. Bukan yang berteriak paling keras, melainkan yang hidupnya lurus di tengah yang bengkok.

Beranikah kita menyala kecil-kecilan di rumah dan di tempat kerja?

Tuhan, nyalakanlah aku seperti obor: kecil tidak mengapa, asal terang dan tidak padam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →