‹ Semua renungan

Kamis, 10 Desember 2026

Tangan yang Memegang

Anak yang baru belajar berjalan sebenarnya belum layak berjalan. Kakinya goyah, langkahnya asal. Tetapi ia berani, karena satu hal: jari ayah atau ibunya sedang digenggamnya erat. Yang membuatnya melangkah bukan kekuatan kakinya, melainkan tangan yang memegangnya.

Kemarin Yesaya berbicara tentang orang yang menanti-nantikan Tuhan dan diberi kekuatan rajawali. Hari ini bahasanya lebih lembut lagi: Akulah Tuhan, Allahmu, yang memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.

Yang dipegang tangannya itu disapa dengan sebutan mengejutkan: hai si cacing Yakub. Terdengar seperti hinaan. Padahal justru di situ penghiburannya. Allah tahu persis kita ini kecil, lemah, gampang terinjak. Ia tidak menunggu kita perkasa dulu baru mau menolong. Cacing pun dipegang tangannya, dan cacing itu dijadikan-Nya papan pengirik yang meratakan gunung.

Dalam Injil, Yesus menyebut Yohanes Pembaptis yang terbesar di antara yang dilahirkan perempuan, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar lagi. Ukuran Allah memang terbalik dari ukuran kita. Yang kecil tidak hina, asal mau digandeng.

Hari ini kita melangkah lagi. Goyah tidak apa-apa. Yang penting genggamannya jangan dilepas.

Tuhan, peganglah tanganku hari ini, dan jangan biarkan aku melepaskannya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →