Jumat, 4 Desember 2026
Percayakah Kamu?
Orang yang pernah sakit mata tahu rasanya: dunia menyempit. Membaca susah, berjalan ragu, wajah orang yang kita kasihi berubah kabur. Maka bisa dimengerti kalau dua orang buta dalam Injil hari ini nekat. Mereka membuntuti Yesus sampai ke dalam rumah sambil berseru-seru.
Yang menarik, Yesus tidak langsung menyembuhkan. Ia bertanya dulu: percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya? Pertanyaan yang aneh untuk orang yang jelas-jelas datang meminta. Tetapi rupanya Yesus ingin iman itu diucapkan. Jadilah kepadamu menurut imanmu.
Yesaya sudah lama menjanjikan hari itu: lepas dari kekelaman dan kegelapan, mata orang-orang buta akan melihat. Adven menghidupkan kembali janji tersebut, dan bukan hanya untuk mata jasmani.
Sebab ada banyak kebutaan yang tidak terasa. Buta terhadap kebaikan orang serumah. Buta terhadap tetangga yang kesulitan. Buta terhadap berkat yang tiap hari lewat di depan hidung. Anehnya, kebutaan macam ini jarang membuat kita berseru-seru minta disembuhkan. Kita merasa baik-baik saja. Padahal justru itulah tanda paling jelas bahwa ada yang perlu dicelikkan.
Hari ini pertanyaan Yesus diarahkan kepada kita: percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya? Jawaban paling jujur barangkali: percaya, Tuhan, tetapi celikkanlah dulu mataku.
Tuhan, sembuhkanlah kebutaan yang tidak kusadari. Amin.