‹ Semua renungan

Senin, 30 November 2026

Meninggalkan Jala

Bacaan I Roma 10:9-18 Mazmur Mazmur 19:2-5 Injil Matius 4:18-22

Nelayan dan jalanya sulit dipisahkan. Jala bukan sekadar alat kerja; ia warisan ayah, mata pencaharian, jaminan makan esok hari. Melepas jala berarti melepas rasa aman.

Di awal Adven ini Gereja merayakan pesta Santo Andreas Rasul, dan Injil membawa kita ke tepi danau Galilea. Yesus lewat, melihat Simon dan Andreas sedang menebarkan jala, lalu memanggil: mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Matius mencatat satu kata yang mencengangkan: segera. Mereka segera meninggalkan jalanya. Tidak ada rapat keluarga, tidak ada minta waktu berpikir. Panggilan itu dijawab dengan kaki, bukan dengan seminar.

Menarik pula: Yesus tidak menghapus keahlian mereka. Ia mengalihfungsikannya. Penjala ikan dijadikan penjala manusia. Andreas dalam Injil Yohanes memang dikenang sebagai penghubung: dialah yang membawa Petrus kepada Yesus, dialah yang membawa anak dengan lima roti. Jalanya terus bekerja, hanya isinya berganti.

Paulus dalam bacaan pertama merangkai rantainya: bagaimana orang percaya jika tidak mendengar, dan bagaimana mendengar jika tidak ada yang memberitakan? Iman selalu membutuhkan kaki yang mau berangkat.

Kita mungkin tidak diminta meninggalkan pekerjaan. Tetapi jala rasa aman yang menahan langkah, itu yang hari ini diminta dilepas.

Tuhan, seperti Andreas, beri aku keberanian menjawab segera, dan jadikan keahlianku jala bagi Kerajaan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →