‹ Semua renungan

Kamis, 26 November 2026

Angkatlah Mukamu

Perhatikan orang yang sedang takut atau kalah: kepalanya menunduk, bahunya turun, matanya menatap lantai. Tubuh punya bahasanya sendiri. Sebelum mulut mengaku menyerah, leher sudah lebih dulu.

Kemarin Yesus menjanjikan tidak sehelai rambut pun akan hilang. Hari ini gambarnya justru makin gelap: kota dikepung tentara, bangsa-bangsa bingung, laut menderu, kuasa-kuasa langit goncang. Orang akan mati ketakutan, kata Yesus. Lalu, tepat di puncak semua kengerian itu, perintah-Nya justru aneh: bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Angkat muka. Ketika semua orang tertunduk, murid Kristus diminta menengadah. Sebab yang datang di balik goncangan itu bukan kiamat tanpa tuan, melainkan Anak Manusia dengan segala kemuliaan-Nya. Peristiwa yang sama dibaca dengan dua cara: bagi dunia, akhir segalanya; bagi orang beriman, awal perjumpaan. Harapan kristiani bukan pura-pura tidak ada badai; ia tahu siapa yang datang di dalam badai itu.

Bacaan pertama memperdengarkan hal serupa. Babel yang perkasa runtuh, dan sesudahnya bukan keheningan kuburan, melainkan Haleluya dan undangan ke perjamuan kawin Anak Domba. Sejarah di tangan Allah tidak berakhir dengan reruntuhan. Ia berakhir dengan pesta.

Kabar buruk hari-hari ini banyak. Boleh prihatin, boleh berjuang, tetapi jangan tertunduk kalah. Kepala orang beriman diciptakan untuk menengadah.

Tuhan, di tengah goncangan zaman, angkatlah mukaku memandang Engkau yang datang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →