Sabtu, 21 November 2026
Allah Orang Hidup
Pertanyaan jebakan biasanya tidak mencari jawaban. Ia mencari kemenangan. Orang Saduki datang kepada Yesus membawa cerita rekaan: satu perempuan, tujuh suami yang mati berturut-turut. Pada hari kebangkitan, istri siapakah dia?
Mereka memang tidak percaya kebangkitan, dan teka-teki itu dirancang untuk menertawakannya. Yesus tidak terpancing berhitung. Ia mengangkat persoalan ke tempat yang lebih tinggi: hidup yang akan datang bukan perpanjangan hidup sekarang; mereka yang dibangkitkan tidak kawin dan tidak dikawinkan, sebab mereka tidak dapat mati lagi. Lalu keluarlah kalimat yang layak dihafal: Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.
Allah memperkenalkan diri sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, jauh setelah ketiganya wafat. Bagi Allah, tidak ada yang berstatus mantan. Yang pernah digenggam-Nya tidak pernah dilepas-Nya. Itulah dasar pengharapan kita bagi mereka yang sudah pergi, dan bagi diri kita sendiri kelak.
Hari ini Gereja mengenang Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah sejak belia. Hidup yang sejak awal diserahkan kepada Allah orang hidup tidak pernah berakhir sia-sia. Milik-Nya kita sejak muda sampai sesudah maut.
Allah orang hidup, genggamlah aku dan semua yang kukasihi, sekarang dan selama-lamanya. Amin.