‹ Semua renungan

Rabu, 18 November 2026

Uang di Bawah Kasur

Orang tua zaman dulu suka menyimpan uang di bawah kasur. Aman, katanya. Memang tidak dicuri orang, tetapi juga tidak tumbuh. Nilainya malah menyusut pelan-pelan dimakan waktu.

Kemarin Zakheus menerima Yesus dan hartanya langsung mengalir keluar. Hari ini, masih di sekitar Yerikho, Yesus bercerita tentang uang yang berhenti mengalir: seorang hamba menyimpan mina tuannya dalam sapu tangan. Alasannya jujur sekali: aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras. Rasa takut memang membekukan. Hamba itu tidak mencuri, tidak menghamburkan. Ia hanya tidak melakukan apa-apa. Dan justru itulah yang dihakimi. Sapu tangan itu rapi, bersih, dan sia-sia.

Lukas mencatat alasan perumpamaan ini diceritakan: orang-orang menyangka Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Yesus seakan berkata: sebelum Raja kembali, ada masa jeda. Dan masa jeda bukan ruang tunggu, melainkan ladang kerja. Setiap kita sudah menerima mina: waktu, tenaga, kepercayaan orang, iman itu sendiri.

Yang ditagih sang raja ternyata bukan besarnya hasil; sepuluh mina dan lima mina sama-sama dipuji. Yang ditagih keberanian menjalankan. Takut gagal ternyata bisa lebih merugikan daripada gagal itu sendiri. Mina mana yang masih terlipat rapi dalam sapu tangan kita?

Tuhan, bebaskan aku dari takut yang membekukan, supaya titipan-Mu berbuah sebelum Engkau datang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →