‹ Semua renungan

Selasa, 17 November 2026

Suam-suam Kuku

Kopi paling nikmat diminum panas. Kopi dingin dengan es pun segar. Yang tidak laku justru yang di tengah-tengah: kopi yang kadung suam-suam. Biasanya berakhir di wastafel.

Kemarin jemaat Efesus ditegur soal kasih yang semula. Hari ini giliran Laodikia menerima surat yang lebih pedas: engkau tidak dingin dan tidak panas; karena engkau suam-suam kuku, Aku akan memuntahkan engkau. Laodikia kota kaya. Merasa tidak kekurangan apa-apa, kata mereka. Kenyamanan pelan-pelan mencuri suhu iman mereka: tidak menolak Allah, tetapi juga tidak lagi membutuhkan-Nya.

Namun surat sepedas itu ditutup dengan gambar yang sangat lembut: lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok. Kristus tidak mendobrak. Ia menunggu dibukakan, lalu makan bersama seperti sahabat.

Zakheus dalam Injil hari ini membukakan pintu itu. Yesus menumpang di rumahnya, dan seketika hidup yang dingin oleh uang mendidih kembali: setengah miliknya untuk orang miskin, yang pernah diperas dikembalikan empat kali lipat.

Santa Elisabet dari Hungaria, bangsawan muda yang menghabiskan hartanya untuk memberi makan orang miskin, menyala sampai akhir hidupnya yang singkat. Hari ini baik kita mengecek suhu sendiri: masih panas, atau tinggal hangat sisa?

Tuhan, Engkau mengetok pintuku. Aku membukakannya; masuklah, dan didihkan kembali imanku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →