Kamis, 5 November 2026
Dicari Sampai Ketemu
Kunci hilang di dalam rumah itu perkara kecil yang bisa menggerakkan seisi rumah. Kursi digeser, kasur diangkat, saku baju kotor dirogoh ulang. Aneh, benda seharga dua puluh ribu dicari seperti harta karun. Sebab nilainya memang bukan pada harganya. Tanpa dia, pintu tidak terbuka.
Perempuan dalam perumpamaan Yesus hari ini persis begitu. Kehilangan satu dirham, ia menyalakan pelita, menyapu rumah, mencari dengan cermat sampai menemukannya. Begitu pula sang gembala: sembilan puluh sembilan domba ditinggal demi satu yang sesat. Hitungan ekonominya janggal. Tetapi memang bukan ekonomi yang sedang Yesus ajarkan. Ia sedang membocorkan isi hati Allah.
Kemarin Yesus menuntut murid melepaskan segala miliknya. Hari ini kita melihat alasannya: Allah sendiri tidak berhitung ketika mencari yang hilang. Perumpamaan ini lahir dari sungutan orang Farisi: Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama mereka. Bagi mereka, orang berdosa yang hilang ya biarkan hilang. Bagi Allah, justru yang hilang itulah yang dicari sampai ketemu. Dan begitu ketemu, bukan dimarahi, melainkan dipikul di bahu dan dipestakan. Ada sukacita di surga, kata Yesus, karena satu orang yang bertobat. Surga rupanya selalu menunggu alasan untuk berpesta.
Barangkali hari-hari ini kita sendiri yang sedang tersesat pelan-pelan, menjauh tanpa terasa. Kabar baiknya satu: kita sedang dicari.
Tuhan, temukanlah aku, dan bawalah aku pulang di atas bahu-Mu. Amin.