Rabu, 4 November 2026
Rumah Setengah Jadi
Di pinggir jalan antarkota sering berdiri rumah setengah jadi. Temboknya sudah naik, atapnya tidak pernah datang. Lumut mengambil alih. Orang lewat menebak-nebak: kehabisan dana, atau kehabisan niat? Padahal fondasinya dulu pasti dikerjakan dengan semangat.
Kemarin kita mendengar undangan pesta yang ditolak dengan alasan sopan. Hari ini Yesus berbalik kepada orang banyak yang justru berduyun-duyun mengikuti-Nya. Kepada mereka yang bersemangat, Ia malah memasang rem: hitunglah dulu. Siapa mau mendirikan menara, duduk dahulu membuat anggaran biayanya. Mengikut Yesus perlu perhitungan, sebab harganya jelas: memikul salib, melepaskan milik, menaruh Dia di atas segala ikatan.
Yesus rupanya tidak mencari pengikut yang ramai di awal lalu berhenti di tengah. Ia mencari yang selesai. Iman yang setengah jadi sama nasibnya dengan menara setengah jadi: jadi tontonan. Semangat memang murah di hari pertama dan mahal di hari keseratus.
Santo Carolus Borromeus yang kita kenang hari ini menghitung sampai tuntas. Uskup muda dari keluarga bangsawan ini menjual perabot rumahnya demi orang miskin, dan ketika wabah pes melanda Milan, ia tinggal melayani ketika para pembesar mengungsi.
Bangunan iman kita sedang di tahap mana: fondasi, tembok, atau berhenti dan mulai berlumut?
Tuhan, aku sudah mulai membangun. Berilah aku kesetiaan sampai atapnya terpasang. Amin.