Jumat, 30 Oktober 2026
Setiap Kali Mengingat
Ada orang-orang yang setiap kali teringat, hati kita hangat. Wajahnya muncul di kepala, dan tanpa sadar kita tersenyum. Ada juga yang sebaliknya: namanya disebut saja dada sudah sesak.
Paulus membuka suratnya kepada jemaat Filipi dengan kalimat yang indah: aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali berdoa untuk mereka, ia berdoa dengan sukacita. Padahal surat ini ditulis dari penjara. Kakinya mungkin dirantai, tetapi ingatannya tentang orang-orang yang dikasihinya menjadi sumber syukur, bukan keluhan.
Coba periksa isi ingatan kita tentang orang lain. Mengingat rekan kerja, yang muncul jasanya atau kesalahannya? Mengingat saudara, yang terbayang kebaikannya atau utangnya? Ingatan itu seperti lemari: kita sendiri yang memilih apa yang ditaruh di rak paling depan.
Paulus memilih menyimpan yang baik, lalu mengubahnya menjadi doa: semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar. Mengingat, bersyukur, mendoakan. Tiga langkah sederhana yang bisa mengubah cara kita memandang semua orang di sekitar kita.
Dalam Injil, Yesus diamat-amati dengan saksama oleh orang-orang yang mencari kesalahan-Nya. Mata yang sama bisa dipakai untuk mengintai atau untuk mengasihi.
Hari ini, siapa yang akan kita ingat dengan syukur?
Tuhan, penuhilah ingatanku dengan syukur, dan jadikan setiap ingatan menjadi doa. Amin.