Rabu, 28 Oktober 2026
Nama di Baris Belakang
Dalam foto bersama selalu ada orang yang berdiri di baris belakang. Wajahnya setengah tertutup, namanya sering salah sebut. Padahal tanpa kehadirannya, foto itu tidak lengkap.
Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Simon dan Santo Yudas. Dua rasul dari baris belakang. Simon hanya dikenal lewat julukannya, orang Zelot. Yudas anak Yakobus malah harus selalu dijelaskan panjang: bukan Yudas Iskariot. Injil nyaris tidak mencatat perkataan atau perbuatan mereka. Tidak ada kisah besar yang melekat pada namanya.
Tetapi dengarkan Paulus dalam bacaan pertama: kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Dasar bangunan itu istimewa justru karena tidak kelihatan. Tidak ada orang memuji fondasi. Semua memuji menaranya. Padahal seluruh bangunan berdiri di atas yang tertanam itu.
Yesus memilih kedua belas rasul setelah semalam-malaman berdoa. Artinya Simon dan Yudas bukan sekadar pelengkap daftar. Mereka dipilih dengan doa yang sama panjangnya dengan Petrus dan Yohanes. Tradisi mencatat keduanya mewartakan Injil sampai ke Persia dan wafat sebagai martir. Tanpa panggung, sampai tuntas.
Kebanyakan dari kita akan hidup seperti mereka: tidak tercatat sejarah. Ternyata itu bukan halangan untuk menjadi fondasi.
Tuhan, ajarilah aku setia tanpa panggung, seperti Simon dan Yudas. Amin.