Sabtu, 17 Oktober 2026
Gandum Allah
Beras yang kita tanak tiap hari punya sejarah yang keras. Padi dirontokkan, dijemur, digiling, ditampi, baru menjadi beras. Gandum lebih keras lagi: digiling sampai halus baru bisa menjadi roti. Tidak ada roti tanpa penggilingan.
Santo Ignasius dari Antiokhia, uskup yang kita kenang hari ini, memakai gambar itu untuk dirinya sendiri. Dalam perjalanan sebagai tahanan menuju Roma untuk dihukum mati, ia menulis surat: aku ini gandum Allah, biarlah aku digiling oleh gigi binatang buas supaya menjadi roti murni bagi Kristus. Ia tidak mencari kematian. Ia hanya tidak mau menyangkal Tuhannya demi selamat.
Kata-kata Yesus dalam Injil hari ini seperti ditulis untuknya: setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Dan ada janji untuk saat paling genting: jangan kuatir apa yang harus kamu katakan, sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu.
Kita mungkin tidak akan menghadapi binatang buas. Gelanggang kita lebih sepi: ruang rapat, obrolan keluarga, pergaulan kampung. Tempat orang memilih diam supaya aman. Mengakui Kristus di situ pun butuh keberanian, walau tanpa darah.
Tuhan, berilah aku keberanian mengakui Engkau di gelanggang kecilku hari ini. Amin.