Jumat, 16 Oktober 2026
Rambut Terhitung
Ibu yang baik hafal hal-hal kecil tentang anaknya. Lauk yang tidak disukai, letak tahi lalat, suara batuknya di antara batuk anak-anak lain. Tidak ada buku catatannya. Kasih memang membuat orang hafal detail.
Yesus hari ini berbicara kepada murid-murid yang mulai menghadapi tekanan. Beribu-ribu orang berdesakan, para lawan mengintai. Wajar kalau takut. Lalu Ia memberi perbandingan yang lembut: burung pipit dijual lima ekor dua duit, dan tidak seekor pun dilupakan Allah. Kemudian kalimat yang nyaris berlebihan: bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
Terhitung. Bukan sekadar diketahui jumlahnya, tetapi dianggap berharga satu per satu. Tidak ada bagian dari hidup kita yang terlalu kecil untuk luput dari perhatian-Nya. Kekhawatiran yang kita simpan sendirian pun tidak lolos dari pandangan-Nya.
Kemarin kita mendengar Paulus menyebut Roh Kudus sebagai meterai dan jaminan bagian kita. Hari ini gambarnya makin hangat: kita dijaga bukan seperti barang bergaransi, melainkan seperti anak yang dihafal ibunya.
Maka jangan takut, kata Yesus, kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Ketakutan boleh datang, itu manusiawi. Tetapi ia tidak berhak menjadi tuan rumah di hati orang yang rambutnya saja dihitung Allah.
Bapa, Engkau menghitung apa yang tidak pernah kuhitung dari diriku sendiri. Kupercayakan hari ini kepada-Mu. Amin.