Kamis, 15 Oktober 2026
Dipilih Duluan
Cinta orang tua selalu mendahului anaknya. Nama sudah disiapkan sebelum wajahnya kelihatan. Kamar sudah dicat sebelum ia bisa mengenal warna. Anak itu dicintai jauh sebelum ia mampu membalas apa-apa.
Paulus membuka surat Efesus dengan madah yang megah: di dalam Kristus, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Sebelum dunia dijadikan. Sebelum kita berbuat baik atau jahat, sebelum kita lahir, bahkan sebelum ada matahari. Kita bukan hasil kebetulan yang untung-untungan diselamatkan. Kita direncanakan, ditentukan dari semula untuk menjadi anak-anak-Nya.
Kalau kalimat itu diresapi pelan-pelan, banyak ketakutan kita mestinya rontok. Rasa tidak berharga, rasa terlambat, rasa tidak dianggap. Bagaimana mungkin tidak berharga, kalau sudah dipilih sebelum alam semesta digelar?
Santa Teresia dari Avila, yang kita kenang hari ini, menghabiskan hidupnya menyelami kasih semacam itu dalam doa batin. Dari pengalamannya lahir kalimat yang sampai kini menenangkan banyak orang: jangan biarkan apa pun menggelisahkanmu, Allah saja cukup, solo Dios basta.
Hidup rohani bukan usaha membuat Allah mencintai kita. Ia sudah. Duluan. Hidup rohani adalah belajar percaya pada cinta yang sudah lebih dulu itu.
Bapa, Engkau memilihku sebelum dunia dijadikan. Ajarilah aku hidup tenang sebagai anak yang dicintai. Amin.