‹ Semua renungan

Senin, 5 Oktober 2026

Berhenti

Di jalan raya, kecelakaan selalu menciptakan dua jenis orang: yang melambat untuk menonton, dan yang menepi untuk menolong. Jumlah penonton hampir selalu lebih banyak. Menonton tidak kehilangan apa-apa. Menolong harus rela terlambat, kotor, dan repot berurusan panjang.

Perumpamaan orang Samaria bercerita tentang jalan sepi dari Yerusalem ke Yerikho. Seorang dirampok dan ditinggalkan setengah mati. Imam lewat, melipir ke seberang jalan. Orang Lewi lewat, sama saja. Keduanya orang baik menurut ukuran umum. Mereka hanya tidak berhenti.

Lalu lewat orang Samaria, orang yang justru dianggap sesat oleh para pendengar Yesus. Ia melihat, tergerak hatinya, lalu berhenti. Semua kata kerja setelah itu mahal harganya: membalut, menyirami dengan minyak dan anggur, menaikkan ke keledainya sendiri, membawa ke penginapan, membayar dua dinar, berjanji kembali.

Ahli Taurat bertanya: siapakah sesamaku? Yesus membalik pertanyaannya: kamu sendiri, jadi sesama bagi siapa? Sesama bukan soal siapa yang berhak kita kasihi, tetapi soal kesediaan kita berhenti.

Hari ini mungkin ada seseorang tergeletak di rute harian kita. Tidak selalu berdarah. Kadang hanya sepi, ditinggalkan, kehabisan tenaga. Belas kasihan selalu mulai dengan satu hal yang sama: berhenti.

Tuhan, berilah aku keberanian untuk berhenti, seperti Engkau tidak pernah melewatiku begitu saja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →