‹ Semua renungan

Rabu, 23 September 2026

Koper yang Ringan

Setiap kali berkemas untuk bepergian, hukumnya hampir selalu sama: separuh isi tas ternyata tidak terpakai. Kita membawa banyak bukan karena perlu, tetapi karena takut. Takut kekurangan, takut terjebak, takut tidak siap. Padahal pundak sendiri yang menanggung beratnya.

Kemarin Yesus menyebut keluarga-Nya: mereka yang mendengarkan firman dan melakukannya. Hari ini keluarga itu diberangkatkan. Yesus mengutus kedua belas murid dengan aturan yang membalik naluri kita: jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Ini bukan pelajaran berhemat. Ini pelajaran percaya. Bekal yang berlebihan diam-diam memindahkan sandaran kita, dari Sang Pengutus ke isi tas.

Doa dalam kitab Amsal hari ini senada dan jujur sekali: jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan, biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Sebab kenyang bisa membuat lupa Tuhan, dan melarat bisa menggoda untuk mencuri. Yang diminta hanya cukup.

Padre Pio, yang kita kenang hari ini, hampir tidak pernah meninggalkan biaranya. Bekalnya sedikit: doa, kamar pengakuan, dan luka-luka Kristus di tubuhnya. Justru dari situ jutaan orang terjangkau.

Barang apa dalam tas hidup kita yang sebenarnya hanya beban?

Tuhan, ringankanlah bawaanku. Jadilah Engkau satu-satunya bekal yang kugenggam erat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →