Rabu, 23 September 2026

S. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Amsal 30:5-9

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Mazmur Tanggapan Mazmur 119:29,72,89,101,104,163

Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.

Bacaan Injil Lukas 9:1-6

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Renungan

Koper yang Ringan

Setiap kali berkemas untuk bepergian, hukumnya hampir selalu sama: separuh isi tas ternyata tidak terpakai. Kita membawa banyak bukan karena perlu, tetapi karena takut. Takut kekurangan, takut terjebak, takut tidak siap. Padahal pundak sendiri yang menanggung beratnya.

Kemarin Yesus menyebut keluarga-Nya: mereka yang mendengarkan firman dan melakukannya. Hari ini keluarga itu diberangkatkan. Yesus mengutus kedua belas murid dengan aturan yang membalik naluri kita: jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Ini bukan pelajaran berhemat. Ini pelajaran percaya. Bekal yang berlebihan diam-diam memindahkan sandaran kita, dari Sang Pengutus ke isi tas.

Doa dalam kitab Amsal hari ini senada dan jujur sekali: jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan, biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Sebab kenyang bisa membuat lupa Tuhan, dan melarat bisa menggoda untuk mencuri. Yang diminta hanya cukup.

Padre Pio, yang kita kenang hari ini, hampir tidak pernah meninggalkan biaranya. Bekalnya sedikit: doa, kamar pengakuan, dan luka-luka Kristus di tubuhnya. Justru dari situ jutaan orang terjangkau.

Barang apa dalam tas hidup kita yang sebenarnya hanya beban?

Tuhan, ringankanlah bawaanku. Jadilah Engkau satu-satunya bekal yang kugenggam erat. Amin.

Invitatorium

RABU I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Pius dari Pietrelcina, Imam

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Gembalaku, Raja cinta,
Kebaikan-Nya tak pernah pudar.
Tak kurang suatu pun bagiku, jika aku milik-Nya,
Dan Dia milikku selamanya.

Di mana aliran air hidup mengalir,
Jiwa tebusan-Ku Dia pimpin;
Dan di mana padang rumput hijau tumbuh,
Dengan makanan surgawi Dia beri.

Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,
Namun dalam cinta Dia mencari aku;
Dan di bahu-Nya dengan lembut Dia letakkan,
Dan pulang, bersukacita, Dia bawa aku.

Dalam lembah gelap kematian tak kutakutkan kejahatan,
Bersama-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;
Tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,
Salib-Mu di depan menuntunku.

Engkau menghidangkan meja di hadapanku;
Urapan-Mu menganugerahkan rahmat;
Dan oh, betapa sukacita yang meluap
Dari piala-Mu yang murni!

Dan demikianlah sepanjang hari-hari,
Kebaikan-Mu tak pernah pudar;
Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu
Di dalam rumah-Mu selamanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan itu adil; Dia akan membela orang miskin.

Mazmur 10

Doa syukur

Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).

I
Tuhan, mengapa Engkau berdiri jauh
dan menyembunyikan diri-Mu di masa kesusahan?
Orang miskin dimakan oleh kesombongan orang fasik:
ia terperangkap dalam rencana yang dibuat orang lain.

Sebab orang fasik membanggakan keinginan hatinya;
orang serakah menghujat dan mencemooh Tuhan.
Dalam kesombongannya orang fasik berkata: “Dia tidak akan menghukum.
Tidak ada Allah.” Demikianlah pikirannya.

Jalannya selalu tanpa masalah;
penghakiman-Mu jauh dari pikirannya.
Musuh-musuhnya ia pandang dengan hina.
Ia berpikir: “Aku tidak akan pernah goyah;
kemalangan tidak akan pernah menjadi bagianku.”

Mulutnya penuh kutuk, tipu daya, penindasan,
kejahatan dan penipuan di bawah lidahnya.
Ia bersembunyi di antara alang-alang;
orang tak bersalah ia bunuh secara rahasia.

Matanya mengawasi orang tak berdaya.
Ia mengintai bersembunyi seperti singa di sarangnya;
ia mengintai bersembunyi untuk menangkap orang miskin;
ia menangkap orang miskin dan menyeretnya pergi.

Ia berjongkok, bersiap menerkam,
dan orang tak berdaya jatuh di bawah kekuatannya.
Ia berpikir dalam hatinya: “Allah lupa,
Dia menyembunyikan wajah-Nya, Dia tidak melihat.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan itu adil; Dia akan membela orang miskin.

Ant. 2 Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

II
Bangkitlah, ya Tuhan, angkatlah tangan-Mu!
Ya Allah, jangan lupakan orang miskin!
Mengapa orang fasik mencemooh Tuhan
dan berpikir dalam hatinya: “Dia tidak akan menghukum”?

Tetapi Engkau telah melihat kesusahan dan kesedihan,
Engkau mencatatnya, Engkau menanganinya.
Orang tak berdaya percaya kepada-Mu;
sebab Engkau adalah penolong anak yatim.

Hancurkanlah kekuatan orang fasik dan pendosa!
Hukumlah kejahatannya sampai tidak tersisa!
Tuhan adalah Raja selama-lamanya.
Orang kafir akan binasa dari tanah yang Dia kuasai.

Tuhan, Engkau mendengar doa orang miskin;
Engkau menguatkan hati mereka; Engkau memalingkan telinga-Mu
untuk melindungi hak-hak anak yatim dan yang tertindas
agar manusia fana tidak lagi menebarkan teror.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bangkitlah, Tuhan, membela umat-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dari kesusahan kami. Bapa anak yatim, kekayaan orang miskin, kami bersukacita dalam memberitakan Engkau; semoga kami menemukan penghiburan dan keamanan di masa sakit dan cemas.

Ant. Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

Ant. 3 Sabda Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Mazmur 12

Seruan minta tolong Allah melawan penindas yang berkuasa

Bapa mengutus Putra-Nya ke dunia untuk membela orang miskin (Santo Agustinus).
Tolonglah, ya Tuhan, sebab orang baik telah lenyap:
kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.
Dusta mereka ucapkan satu sama lain,
dengan bibir pendusta, dengan hati palsu.

Semoga Tuhan membinasakan semua bibir pendusta,
lidah yang mengucapkan kata-kata muluk,
mereka yang berkata: “Lidah kami adalah kekuatan kami;
bibir kami adalah milik kami sendiri, siapa tuan kami?”

“Demi orang miskin yang tertindas dan orang yang membutuhkan yang mengerang
Aku sendiri akan bangkit,” firman Tuhan.
“Aku akan menganugerahkan kepada mereka keselamatan yang mereka dambakan.”

Sabda Tuhan adalah sabda tanpa campuran,
perak dari perapian, tujuh kali dimurnikan.

Engkaulah, ya Tuhan, yang akan memelihara kami
dan melindungi kami selamanya dari generasi ini.
Lihatlah bagaimana orang fasik berkeliaran di setiap sisi,
sementara orang yang tidak berharga sangat dihargai oleh anak-anak manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Terang-Mu adalah terang yang sejati, Tuhan, dan kebenaran-Mu bersinar seperti siang. Arahkanlah kami kepada keselamatan melalui sabda-Mu yang menghidupkan. Semoga kami diselamatkan dengan selalu merangkul sabda-Mu.

Ant. Sabda Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar sabda dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yehezkiel

36:16-36

Umat Allah akan dipulihkan dalam tubuh, hati, dan roh
Maka datanglah firman Tuhan kepadaku: Hai anak manusia, ketika kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku dan perbuatan mereka. Di mata-Ku tingkah laku mereka seperti kenajisan perempuan yang haid. Oleh karena itu Aku mencurahkan murka-Ku atas mereka . Aku menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa, menyebarkan mereka ke negeri-negeri asing; sesuai dengan tingkah laku dan perbuatan mereka Aku menghakimi mereka. Tetapi ketika mereka datang di antara bangsa-bangsa , mereka menjadi penyebab pencemaran nama-Ku yang kudus, karena dikatakan tentang mereka: “Inilah umat Tuhan, namun mereka harus meninggalkan tanah mereka.” Maka Aku menyesal karena nama-Ku yang kudus yang telah dicemarkan oleh kaum Israel di antara bangsa-bangsa ke mana mereka datang.
Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Demikianlah firman Tuhan Allah: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, melainkan demi nama-Ku yang kudus, yang telah kamu cemari di antara bangsa-bangsa ke mana kamu datang. Aku akan membuktikan kekudusan nama-Ku yang besar, yang dicemarkan di antara bangsa-bangsa, di tengah-tengah mereka kamu mencemarinya. Demikianlah bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, firman Tuhan Allah, ketika di mata mereka Aku membuktikan kekudusan-Ku melalui kamu.
Sebab Aku akan mengambil kamu dari antara bangsa-bangsa, mengumpulkan kamu dari semua negeri asing, dan membawa kamu kembali ke tanahmu sendiri. Aku akan memercikkan air bersih kepadamu untuk membersihkan kamu dari segala kenajisanmu, dan dari segala berhalamu Aku akan membersihkan kamu. Aku akan memberikan hati yang baru kepadamu dan menempatkan roh yang baru di dalam kamu, mengambil dari tubuhmu hati yang keras dan memberikan hati yang alami kepadamu. Aku akan menempatkan roh-Ku di dalam kamu dan membuat kamu hidup menurut ketetapan-Ku, berhati-hati untuk mematuhi perintah-Ku. Kamu akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada nenek moyangmu; kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.
Aku akan menyelamatkan kamu dari segala kenajisanmu; Aku akan memerintahkan gandum berlimpah, dan Aku tidak akan mengirimkan kelaparan kepadamu. Aku akan meningkatkan buah di pohon-pohonmu dan hasil panen di ladang-ladangmu; demikianlah kamu tidak akan lagi menanggung di antara bangsa-bangsa celaan kelaparan. Maka kamu akan mengingat tingkah lakumu yang jahat, dan bahwa perbuatanmu tidak baik; kamu akan membenci dirimu sendiri karena dosa-dosamu dan kekejianmu. Bukan karena kamu Aku bertindak, firman Tuhan Allah—biarlah ini diketahui olehmu! Malulah dan terkejutlah karena tingkah lakumu, hai kaum Israel.
Demikianlah firman Tuhan Allah: Ketika Aku membersihkan kamu dari segala kejahatanmu, Aku akan mengisi kembali kota-kota, dan reruntuhan akan dibangun kembali; tanah yang tandus akan digarap, yang dulunya adalah padang gurun yang terbuka bagi pandangan setiap orang yang lewat. “Tanah tandus ini telah dijadikan taman Eden,” kata mereka. Kota-kota yang hancur, musnah, dan dihancurkan kini telah diisi kembali dan dibentengi.” Demikianlah bangsa-bangsa tetangga yang tersisa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, telah membangun kembali apa yang hancur dan menanam kembali apa yang tandus. Aku, Tuhan, telah berjanji, dan Aku akan melakukannya.

RESPONSORIUM Yehezkiel 11:19-20, 19

Aku akan mengambil hati yang keras dari tubuh mereka
dan memberi mereka hati yang daging,

agar mereka berjalan di jalan-Ku;
dan mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Aku akan memberi mereka hati yang baru
dan menempatkan roh yang baru di dalam mereka.

Agar mereka berjalan di jalan-Ku;
dan mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Bacaan Kedua

Dari dekret tentang pelayanan dan kehidupan para imam Konsili Vatikan Kedua

Panggilan imamat menuju kesempurnaan
Melalui sakramen Tahbisan, para imam dibentuk dalam citra Kristus Imam, untuk menjadi pelayan Kristus Kepala dalam membangun dan mengembangkan seluruh Tubuh-Nya, Gereja, sebagai rekan kerja dengan ordo para uskup. Dalam konsekrasi baptisan mereka telah menerima, bersama dengan semua orang Kristen, tanda dan karunia panggilan dan rahmat yang begitu besar sehingga, bahkan dalam kelemahan manusiawi mereka, mereka memiliki kuasa, dan kewajiban, untuk mencari kesempurnaan, sesuai dengan sabda Tuhan kita: Hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.
Para imam diwajibkan secara khusus untuk memperoleh kesempurnaan ini. Dengan menerima Tahbisan suci, mereka telah dikuduskan dengan cara yang baru, dan dijadikan instrumen hidup Kristus Imam abadi, agar dapat melanjutkan sepanjang tahun karya Kristus yang menakjubkan yang, oleh kuasa ilahi, telah memulihkan seluruh keluarga manusia.
Karena setiap imam bertindak, sejauh ia dapat, dalam pribadi Kristus sendiri, ia diberi rahmat khusus untuk membantunya bertumbuh menuju kesempurnaan dari Dia yang perannya ia mainkan, saat ia melayani kawanan dombanya dan seluruh umat Allah. Ia menerima rahmat untuk penyembuhan kelemahan manusiawi dari kekudusan Kristus, yang menjadi bagi kita seorang imam agung, kudus, tak bersalah, tak bercela, terpisah dari orang berdosa.
Kristus, yang Bapa kuduskan, yaitu, konsekrasi, dan utus ke dunia, menyerahkan diri-Nya bagi kita, untuk menebus kita dari segala dosa, dan untuk menyucikan bagi diri-Nya umat yang dapat diterima, yang bersemangat untuk perbuatan baik. Demikianlah, melalui penderitaan-Nya Ia masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Dengan cara yang sama, para imam, yang dikuduskan oleh urapan Roh Kudus dan diutus oleh Kristus, mengakhiri dalam hidup mereka dosa-dosa sifat egois kita, dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani umat manusia, dan dengan demikian dimampukan untuk bertumbuh menjadi manusia yang sempurna dalam kekudusan yang dengannya mereka diperkaya dalam Kristus. Saat mereka menjalankan pelayanan Roh dan kekudusan, mereka dikuatkan dalam kehidupan rohani, asalkan mereka taat kepada Roh Kristus, yang memberi mereka hidup dan menjadi penuntun mereka. Melalui tindakan-tindakan suci yang mereka lakukan setiap hari, dan melalui seluruh pelayanan mereka dalam persekutuan dengan uskup dan sesama imam, mereka ditempatkan di jalan yang menuju kesempurnaan.
Kekudusan para imam itu sendiri merupakan kontribusi penting bagi kesuburan pelayanan mereka. Memang benar bahwa rahmat Allah dapat melaksanakan karya keselamatan bahkan melalui pelayan yang tidak layak, tetapi Allah biasanya lebih suka menunjukkan keajaiban-Nya melalui mereka yang lebih tunduk pada inspirasi dan bimbingan Roh Kudus, dan, yang melalui persatuan erat dengan Kristus dan kekudusan hidup, dapat berkata bersama Santo Paulus: Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

RESPONSORIUM 1 Tesalonika 2:8; Galatia 4:19

Aku telah rindu untuk memberikan Injil kepadamu, dan lebih dari itu, untuk memberikan hidupku sendiri kepadamu;

kamu telah menjadi sangat berharga bagiku.
Anak-anakku yang kecil, aku seperti seorang ibu yang melahirkan kamu, sampai Kristus terbentuk di dalam kamu.

Kamu telah menjadi sangat berharga bagiku.

DOA PENUTUP

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,
yang, dengan rahmat istimewa,
memberikan kepada Imam Santo Pius
bagian dalam Salib Putra-Mu
dan, melalui pelayanannya,
memperbarui keajaiban belas kasihan-Mu,
berikanlah, melalui perantaraannya,
agar kami senantiasa bersatu dengan penderitaan Kristus,
dan dengan demikian dibawa dengan bahagia kepada kemuliaan kebangkitan.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Mazmur 35

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa,*
"Tak perlu takut akan Allah".

Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.

Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.

Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,+
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.

Ya Tuhan, kasihMu seluas langit,*
dan setiaMu menjangkau awan.

Bagaikan gunung tinggi keadilanMu,+
hukumMu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.

Amat berhargalah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
umat manusia bernaung di bawah sayapMu.

Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumahMu,*
dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.

PadaMulah sumber kehidupan,*
dalam terangMu kami melihat cahaya.

Semoga tetaplah kasihMu bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setiaMu bagi mereka yang tulus hati.

Janganlah sicongkak menginjak hambaMu,*
janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.

Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19

Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*
bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.

Lagukanlah bagiNya kidung baru,*
luhurkan dan sebutkanlah namaNya.

Sebab Allah telah menghancurkan perang,*
Tuhanlah namaNya.

Aku akan bermadah bagi Tuhan,*
madah baru bagi Allahku.

Tuhan, Engkau agung dan mulia,*
kuasaMu mengagumkan tiada bandingnya.

Segala ciptaanMu mengabdi padaMu,*
Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.

Engkau mengutus RohMu untuk menciptakan semua,*
tak ada yang dapat melawan titahMu.

Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,+
sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajahMu,*
namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.

Tiada kurban layak bagiMu, meski harum sekalipun,*
bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapanMu.

Tetapi orang yang takwa,*
dia itulah besar selama-lamanya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkanNya.

Bagi kita dipilihNya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasihNya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhtaNya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)

Apa yang tidak kausukai sendiri, jangan kauperbuat kepada orang lain. Bagilah rezekimu dengan orang miskin dan papa dan berikanlah pakaianmu kepada yang tidak punya. Mintalah selalu nasihat kepada orang yang bijaksana. Pujilah Allah setiap waktu dan berdoalah kepadaNya, supaya Ia membimbing jalanmu dan merestui segala rencanamu.

Lagu Singkat

P: Arahkanlah hatiku, ya Allah,* kepada ketetapanMu. U: Arahkanlah. P: Hidupkanlah hambaMu dan bimbinglah aku. U: Kepada ketetapanMu. U: Kemuliaan. U: Arahkanlah.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Doa Permohonan

Kristus menyebut saudara setiap orang yang disucikanNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan memuji Dia dengan berkata:
U: Kuduskanlah saudara-saudaraMu, ya Tuhan.
P: Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepadaMu untuk menghormati kebangkitanMu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu.
P: Sebagai tanda cintakasihMu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaanMu.
P: Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin.
P: Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, Penyelamat kami, kami telah Kaulahirkan menjadi putera-putera cahaya. Tolonglah kami mencintai cahaya dan mengerjakan yang benar. Semoga dengan demikian kami dapat memberi kesaksian tentang Engkau di hadapan semua orang. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU I SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Mazmur 118 (119),9-16

Bagaimana kaum muda dapat mempertahankan hidupnya tanpa cela?*
Dengan memperhatikan firmanMu.

Dengan segenap hati aku mencari Engkau,*
jangan biarkan aku menyimpang dari perintahMu.

Dalam hatiku kusimpan sabdaMu,*
agar aku jangan berdosa terhadapMu.

Terpujilah Engkau, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Bibirku akan mewartakan,*
segala ucapan mulutMu.

Aku bergembira atas perintahMu,*
melebihi segala harta.

TitahMu selalu kurenungkan,*
jalanMu selalu kuamat-amati.

KehendakMulah kesukaanku,*
firmanMu takkan kulupakan.

Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Mazmur 16 (17) I

Tuhan, dengarkanlah permohonanku yang jujur,*
perhatikanlah seruanku.

Indahkanlah doaku,*
yang keluar dari hati yang ikhlas.

Semoga Engkau menjatuhkan keputusan bagiku,*
sebab Engkau tahu siapa yang benar.

Bila Engkau menguji hatiku,+
dan menelitinya waktu malam,*
bila Engkau mengusut aku, Engkau takkan mendapatkan kejahatan.

Mulutku tidak berdusta, tidak seperti orang lain,*
sabda bibirMu selalu kuperhatikan.

Langkahku menempuh jalan perintahMu,*
maka kakiku tidak goyah.

Aku berseru kepadamu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah,*
condongkanlah telingamu kepadaku, dengarkanlah kataku.

Tunjukkanlah keagungan kasih setiaMu,*
Engkau penyelamat orang yang berlindung kepadaMu.

Dengan kekuasaanMu Kauselamatkan mereka,*
dari tangan kaum durhaka.

Peliharalah aku bagaikan biji mata,*
sembunyikan daku di bawah naungan sayapMu.

Lindungilah aku terhadap orang berdosa yang menguasai aku,*
terhadap musuh yang dengan geram mengepung aku.

Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Mazmur 16 (17) II

Mereka tak kenal belaskasihan,*
mereka bicara dengan angkuh.

Kini mereka mengerumuni aku,*
mengintai hendak mengempaskan daku ke tanah.

Rupanya seperti singa yang siap menerkam,*
seperti singa muda yang mengendap-endap di persembunyian.

Bangkitlah, Tuhan, hadapi dan rebahkanlah mereka,+
dengan pedangMu luputkan daku dari orang berdosa,*
dengan kuasaMu bebaskan daku dari kematian.

Karena kejujuranku aku memandang wajahMu,*
waktu bangun aku menikmati hadiratMu.

Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Bacaan singkat (1Ptr 1,15-16)

Allah yang kudus telah memanggil kamu. Maka hendaklah kamu menjadi kudus dalam seluruh hidupmu, sama seperti Allah. Sebab ada tertulis: Hendaknya kamu kudus, sebab Aku ini kudus.

P: Para imam mengenakan pakain kesucian.
U: Dan umat akan bersorak gembira.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

RABU I SORE

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Mazmur 26

Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?*
Tuhanlah benteng hidupku, siapa 'kan kugentari?

Bila penjahat menyerang untuk memangsa aku,*
maka seteru dan lawanku sendirilah yang tergelinjir dan jatuh

Biarpun sepasukan tentara melawan daku,*
hatiku tidak gentar.

Biarpun pertempuran berkecamuk di kelilingku,*
aku tetap percaya.

Hanya satu yang kuminta pada Tuhan, hanya inilah yang kukehendaki,*
diam di rumah Tuhan sepanjang hidupku.

Untuk merasakan kebaikan Tuhan,*
dan menikmati rumahNya.

Tuhan melindungi aku terhadap bahaya,+
menyembunyikan daku dalam kemahNya,*
memindahkan daku ke benteng yang tinggi.

Kini aku berjaya,*
atas musuh di sekelilingku.

Kini aku mempersembahkan kurban syukur dengan gembira,*
aku menyanyikan mazmur dalam kemah Tuhan.

Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Ant.2: Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Mazmur 26 II

Tuhan, dengarkanlah suara seruanku,*
kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku.

Seturut firmanMu kucari wajahMu,*
wajahMu kucari, ya Tuhan.

Jangan wajahMu Kausembunyikan dari padaku,*
jangan hambaMu Kautolak dengan murka.

Sebab Engkau penolongku, jangan membuang aku,*
jangan meninggalkan daku, ya Allah penyelamatku.

Sekalipun ayah dan ibu meninggalkan daku,*
namun Tuhan selalu menyambut aku.

Tunjukkan jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
bimbinglah aku di jalan yang aman sentosa.

Jangan aku Kauserahkan kepada kekuasaan lawanku,*
sebab mereka bersaksi dusta dan bersumpah palsu melawan daku.

Aku yakin aku merasakan kebaikan Tuhan,*
selagi aku masih hidup.

Berharaplah kepada Tuhan, teguhkan dan kuatkan hatimu,*
berharaplah kepada Tuhan.

Ant.2: WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)

Hendaknya kamu menjadi pelaksana sabda, bukan hanya pendengar yang menipu diri. Telitilah hukum sempurna yang memberi kemerdekaan, dan tinggallah dalam hukum itu. Janganlah hanya mendengar serta melupakan, tetapi laksanakanlah sungguh-sungguh. Sebab barang siapa berbuat demikian, akan berbahagia.

Lagu Singkat

P: Bebaskanlah aku, ya Tuhan,* Dan kasihanilah aku. U: Bebaskanlah. P: Jauhkanlah aku dari orang jahat. U: Dan kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Bebaskanlah.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Doa Permohonan

Tuhan tetap melimpahi umat pilihanNya dengan cinta kasih yang tak terbatas. Sebab itu marilah kita meluhurkan namaNya dan memanjatkan doa dengan berkata:
U: Tunjukkanlah cinta kasihMu, ya Tuhan.
P: Ingatlah, ya Tuhan, akan GerejaMu dan lindungilah umatMu terhadap segala kemalangan,* sempurnakanlah kami dalam cinta kasihMu.
P: Semoga para bangsa mengenal Engkau, Allah satu-satunya,* dan Yesus Kristus, PuteraMu yang telah Kauutus.
P: Anugerahkanlah kesejahteraan kepada sanak saudara kami,* limpahilah mereka dengan berkat dan kehidupan selama-lamanya.
P: Hiburkanlah semua orang yang dibebani pekerjaan berat,* dan belalah kehormatan orang yang dipandang hina.
P: Semoga pintu belaskasihanMu terbuka bagi semua orang yang meninggal hari ini,* dan terimalah mereka dalam kerajaanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Indahkanlah doa kami, ya Tuhan, dan lindungilah kami siang malam. Engkau telah menempatkan kami dalam dunia yang berubah-ubah ini. Maka, teguhkanlah kami selalu dengan kekuatanMu. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

S. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)

Imam Kapusin · 1887-1968

Francesco Forgione lahir pada 25 Mei 1887 di Pietrelcina, Italia, dari keluarga petani yang sederhana dan saleh. Sejak kecil ia dikenal saleh dan gemar berdoa. Pada usia lima belas tahun ia masuk Ordo Kapusin dan mengambil nama Pio. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1910 dan menghabiskan hampir seluruh hidup membiaranya di biara San Giovanni Rotondo.

Pada 20 September 1918, sewaktu berdoa syukur seusai Misa, ia mengalami penglihatan akan Kristus. Ketika penglihatan itu berlalu, di tangan, kaki, dan lambungnya muncul luka-luka stigmata, tanda-tanda sengsara Kristus. Luka itu ia tanggung selama lima puluh tahun, dan lenyap tepat menjelang kematiannya.

Padre Pio dikenal sebagai bapa pengakuan yang tak kenal lelah. Ribuan orang datang dari seluruh dunia untuk mengaku dosa kepadanya, sampai ia menghabiskan sepuluh jam sehari di kamar pengakuan dan para peziarah harus mengambil nomor antrean. Ia juga mendirikan rumah sakit besar, Casa Sollievo della Sofferenza (Rumah Peredaan Penderitaan). Banyak kisah tentang kemampuannya membaca hati dan penyembuhan mengelilingi hidupnya.

Lemah karena sakit dan tahun-tahun panjang menanggung stigmata, ia wafat pada 23 September 1968. Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasinya pada tahun 2002 di hadapan lautan umat di Roma.

Pelindung: para relawan, penderita sakit, dan mereka yang berdoa demi penghiburan.

Santa Tekla

Perawan

Kemungkinan besar Tekla adalah murid Santo Paulus Rasul. Konon ia membatalkan pertunangannya dengan seorang pemuda, dengan maksud supaya dapat mempersembahkan dirinya kepada Tuhan secara total. Ketika Paulus berada di penjara, Tekla sering mengunjunginya. Suatu ketika ia ditangkap dan diancam hukuman mati. Tetapi ia dapat meloloskan diri dan kemudian tinggal di dalam sebuah gua dekat Seleukia.

Santo Linus

Paus dan Martir

Linus adalah Paus kedua yang menggantikan Santo Petrus Rasul sebagai Paus pertama. Ia memimpin Gereja Kristus dari tahun 67 sampai tahun 76. Sangat sedikit berita yang diketahui tentang kisah hidupnya. Menurut Buku para Paus (Liber Pontificalis), Linus lahir di Tuscany, Italia.

Kemungkinan juga Linus ini adalah orang yang sama dengan yang dikatakan Santo Paulus dalam suratnya yang kedua kepada Timotius: "Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara" (2 Tim 4:21).

Umumnya Linus dihormati sebagai martir, namun tentang hal ini tidak ada informasi terpercaya yang mendukungnya. Namanya tercantum juga di dalam Kanon Misa.