‹ Semua renungan

Rabu, 16 September 2026

Gong Tanpa Gending

Dalam seperangkat gamelan, gong adalah bunyi yang paling besar. Tetapi coba pukul gong sendirian, tanpa gending, tanpa rebab dan kendang. Yang terdengar hanya dengung yang lama-lama memekakkan. Bunyi besar belum tentu musik. Ia membutuhkan gending yang menaunginya.

Kemarin Paulus menutup uraiannya tentang aneka karunia dengan sebuah janji: aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Hari ini jalan itu dibentangkan. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Madah kasih ini sering dibacakan di pesta pernikahan. Padahal Paulus menulisnya untuk jemaat yang sedang bertengkar dan saling memamerkan karunia. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri. Setiap katanya adalah teguran yang halus.

Kasih semacam itu punya wajah. Hari ini kita mengenang Kornelius dan Siprianus, dua uskup bersahabat, satu di Roma satu di Kartago, yang saling menguatkan lewat surat di tengah penganiayaan, sampai keduanya wafat sebagai martir. Kasih yang menanggung segala sesuatu.

Karunia kita boleh nyaring. Pertanyaannya: adakah gendingnya?

Tuhan, jangan biarkan hidupku hanya bunyi besar yang kosong. Isilah setiap karyaku dengan kasih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →