‹ Semua renungan

Kamis, 17 September 2026

Air untuk Sang Tamu

Di kampung, tamu belum sempat duduk pun air minum sudah disiapkan. Menyuguh itu bahasa hati. Suguhan boleh kecil, maknanya besar. Maka aneh rasanya bila ada orang mengundang tamu terhormat, tetapi air pun tidak dikeluarkan.

Itulah yang terjadi di rumah Simon orang Farisi. Yesus diundang makan, tetapi tidak diberi air pembasuh kaki, tidak dicium, tidak diminyaki. Undangan ada, hormat tidak. Lalu masuklah perempuan yang terkenal berdosa. Ia menangis di kaki Yesus, membasuh kaki itu dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, meminyakinya dengan minyak wangi. Semua yang dilalaikan tuan rumah dilunasi oleh orang yang dianggap paling tidak pantas.

Kemarin Yesus diejek sebagai pelahap dan sahabat orang berdosa. Hari ini kita melihat persahabatan itu bekerja. Dosanya yang banyak telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Sebaliknya, yang merasa sedikit diampuni, sedikit pula berbuat kasih.

Masalah Simon bukan karena dosanya kecil. Masalahnya, ia merasa tidak punya utang. Paulus, yang menyebut dirinya paling hina dari semua rasul, tahu benar rasanya diampuni: karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.

Seberapa besar kita merasa telah diampuni?

Tuhan, sadarkan aku akan besarnya ampunan-Mu, supaya besar pula kasihku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →