Sabtu, 12 September 2026
Perkara Fondasi
Musim hujan adalah musim kejujuran bagi rumah. Dinding yang retak tidak bisa lagi ditutupi cat. Ketika tukang datang memeriksa, kesimpulannya sering sama: masalahnya bukan di tembok, melainkan di fondasi. Bagian yang tidak pernah kelihatan justru menentukan segalanya.
Yesus menutup pengajaran-Nya dengan gambar itu. Dua orang membangun rumah. Yang satu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasar di atas batu. Yang lain langsung membangun di atas tanah tanpa dasar. Dari luar, dua rumah itu bisa sama bagusnya. Banjirlah yang membedakan keduanya.
Kuncinya disebut dengan jelas: datang kepada-Ku, mendengarkan perkataan-Ku, serta melakukannya. Mendengar saja itu tembok; melakukan itulah fondasi. Maka Yesus bertanya dengan nada sedih: mengapa kamu berseru kepada-Ku, Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Kemarin kita diminta mencabut balok dari mata sendiri. Hari ini kita diminta menggali. Dua-duanya pekerjaan yang tidak kelihatan orang, tidak bisa dipamerkan, tetapi menentukan apakah kita tetap berdiri saat banjir datang. Dan banjir selalu datang, kepada rumah yang berdasar maupun yang tidak.
Iman kita, sedalam apa galiannya?
Tuhan, jangan biarkan imanku hanya rapi di permukaan. Ajarilah aku menggali dalam dan membangun di atas Engkau, Batu Karang hidupku. Amin.