‹ Semua renungan

Jumat, 11 September 2026

Balok di Mata

Pengendara motor tahu deritanya. Sebutir debu masuk ke mata, dan seketika dunia kabur. Harus menepi, mengedip-ngedip, mengucek. Benda sekecil itu sanggup menghentikan seluruh perjalanan. Kalau debu di mata sendiri saja begitu mengganggu, mengapa kita justru lebih sibuk dengan debu di mata orang lain?

Yesus memakai gambar yang sengaja dibuat lucu. Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bayangkan orang berjalan dengan balok kayu menancap di wajah, sibuk menawarkan diri mencabut serpihan di mata orang lain. Kita tertawa dulu, tersindir kemudian. Humor Yesus selalu punya mata pisau.

Kemarin Yesus mengajak kita bermurah hati seperti Bapa. Hari ini Ia menunjuk penghalangnya: mata yang tajam untuk kesalahan orang, tetapi rabun untuk kesalahan sendiri. Mengoreksi orang lain memang jauh lebih nyaman daripada dikoreksi.

Paulus memberi teladan arah yang benar. Ia tidak berkata melatih jemaatnya. Ia berkata: aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, seperti pelari di gelanggang pertandingan. Pertandingan pertama setiap murid adalah melawan dirinya sendiri.

Balok apa yang paling lama kita biarkan bersarang di mata sendiri?

Tuhan, sebelum aku sibuk membenahi orang lain, tolonglah keluarkan dahulu balok dari mataku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →