Rabu, 9 September 2026
Daftar Orang Beruntung
Media sosial tiap hari menayangkan daftar orang yang hidupnya tampak patut ditiru. Kaya. Kenyang. Selalu tertawa. Dipuji banyak pengikut. Empat ciri itu kita telan begitu saja sebagai ukuran keberhasilan. Diam-diam kita mengukur diri dengan daftar itu, lalu merasa kalah.
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan membacakan daftar yang terbalik. Berbahagialah kamu yang miskin, yang lapar, yang menangis, yang dibenci karena Anak Manusia. Dan celakalah kamu yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, yang dipuji semua orang. Persis empat ciri tadi.
Apakah Yesus membenci orang kaya? Bukan itu soalnya. Yang disorot adalah kalimat kecil ini: dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Orang yang merasa penuh berhenti mencari. Orang yang selalu dipuji berhenti bertanya. Sedangkan yang miskin dan menangis tahu persis bahwa mereka membutuhkan Allah. Tangan yang kosong lebih mudah menengadah.
Paulus memberikan kuncinya kepada jemaat Korintus: pergunakanlah barang-barang duniawi seolah-olah tidak memilikinya, sebab dunia yang kita kenal sekarang akan berlalu. Boleh memegang, jangan menggenggam. Sebab apa yang digenggam terlalu erat biasanya berbalik menggenggam kita.
Dari dua daftar itu, jujur saja, daftar siapa yang selama ini kita kejar?
Tuhan, kosongkan tanganku dari genggaman yang fana, supaya ada tempat bagi penghiburan-Mu yang sejati. Amin.