Selasa, 8 September 2026
Garis Bengkok, Tulisan Lurus
Membaca silsilah biasanya membosankan. Puluhan nama berderet, seperti membaca kartu keluarga orang lain. Tetapi Matius sengaja membuka Injilnya dengan daftar panjang itu, dan bagi yang teliti, ada kejutan di dalamnya.
Di antara para bapa bangsa dan raja, terselip nama-nama yang tidak biasa. Tamar, yang kisahnya kelam. Rahab, perempuan sundal dari Yerikho. Rut, orang asing dari Moab. Istri Uria, yang direbut Daud. Silsilah Sang Mesias tidak disterilkan. Garis keturunan-Nya penuh belokan, luka, dan aib keluarga. Allah rupanya tidak menunggu keluarga yang sempurna untuk datang ke dunia.
Kata orang bijak, Allah menulis lurus di atas garis-garis yang bengkok. Sejarah manusia berkelok ke mana-mana, namun rencana keselamatan berjalan terus, sampai kalimat penutup silsilah itu: Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Hari ini Gereja merayakan kelahiran Santa Perawan Maria. Pada bayi kecil di ujung silsilah panjang itu, seluruh penantian menemukan pintunya. Dari Betlehem yang terkecil, kata nabi Mikha, akan bangkit Dia yang menggembalakan dalam kekuatan Tuhan.
Kalau garis keluarga sekusut itu bisa menjadi jalan Juruselamat, masihkah kita malu pada belokan hidup kita sendiri?
Allah yang setia, tuliskanlah rencana-Mu yang lurus di atas garis-garis hidupku yang bengkok. Amin.