‹ Semua renungan

Minggu, 6 September 2026

Kenthongan Malam

Di kampung-kampung Jawa dulu, ronda malam adalah lembaga yang dihormati. Yang kebagian giliran tidak boleh terlelap di gardu. Di tiang tergantung kenthongan, dan warga hafal kodenya: dipukul begini artinya maling, begitu artinya kebakaran. Satu penjaga terjaga, sekampung bisa tidur nyenyak. Satu penjaga tertidur, sekampung menanggung akibatnya.

Bacaan pertama memakai bahasa yang sama kerasnya. Allah menetapkan Yehezkiel menjadi penjaga bagi kaum Israel. Kalau ia melihat bahaya lalu memilih diam, orang jahat itu mati dalam kesalahannya, tetapi darahnya dituntut dari tangan sang penjaga. Mengerikan? Memang. Memperingatkan sesama ternyata bukan pilihan tambahan dalam iman. Itu tugas jaga.

Injil menurunkan tugas besar itu ke tingkat paling rumah tangga: apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Perhatikan urutannya. Empat mata dulu. Bukan dibicarakan di belakang, bukan disebar ke mana-mana. Nama baik saudara dijaga serapat mungkin. Kalau gagal, bawa satu dua saksi. Kalau masih gagal, barulah jemaat. Dan tujuan seluruh tahapan itu disebut sejak awal: engkau telah mendapatnya kembali. Menegur bukan untuk menang. Menegur untuk mendapatkan saudara kembali.

Di titik inilah kita sering tergelincir ke dua jurang. Jurang pertama: gemar menegur karena gemar merasa benar. Itu memukul kenthongan untuk pamer suara, bukan untuk menyelamatkan kampung. Jurang kedua: diam seribu bahasa atas nama sopan santun dan tidak enak hati. Kelihatannya halus, sebenarnya itu penjaga yang tertidur di gardu.

Minggu lalu Paulus mengajak kita mempersembahkan tubuh dan memperbarui budi. Minggu ini ia melanjutkan dengan kalimat yang layak digantung di pintu rumah: janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Utang kasih tidak pernah lunas dicicil. Dan salah satu cicilan yang paling berat justru ini: berbicara jujur kepada orang yang kita sayangi, dengan lembut, di bawah empat mata.

Yesus menutup dengan janji yang menenangkan siapa pun yang gentar memulai percakapan sulit: di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Teguran yang dibuka dalam nama-Nya tidak pernah berlangsung berdua saja. Ada Dia yang duduk di tengahnya.

Pekan ini, siapa yang sedang Tuhan titipkan untuk kita sapa empat mata?

Tuhan, jadikan aku penjaga yang tidak tertidur dan tidak pula gemar bising. Berilah aku keberanian menegur dengan kasih, dan kerendahan hati untuk ditegur. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →