Sabtu, 5 September 2026
Dipungut dari Selokan
Kemarin Paulus melarang kita menghakimi sebelum waktunya. Hari ini ia membuka harga menjadi rasul, dan daftarnya tidak enak dibaca: lapar, haus, dipukul, difitnah, hidup mengembara. Puncaknya kalimat ini: kami telah menjadi sama dengan sampah dunia.
Sampah adalah sebutan untuk apa yang dianggap tak berguna, maka disingkirkan. Di jalanan Kalkuta, Teresa menemukan manusia yang diperlakukan persis seperti itu. Orang-orang sekarat dibiarkan tergeletak di selokan. Perempuan kecil itu memungut mereka satu per satu, memandikan, merawat, dan menemani mereka mati dengan bermartabat. Dunia menyebut mereka sampah. Teresa menyebut mereka Yesus. Baginya tidak ada manusia buangan; yang ada hanyalah Kristus dalam samaran yang paling menyedihkan.
Dalam Injil, murid-murid yang lapar memetik bulir gandum pada hari Sabat dan langsung dipersoalkan. Yesus membela mereka dengan kisah Daud. Bagi-Nya, manusia yang lapar lebih penting daripada rasa benar orang yang kenyang.
Hari ini kita mengenang Santa Teresa dari Kalkuta. Ia tidak menunggu proyek besar. Katanya, lakukanlah hal-hal kecil dengan kasih yang besar. Sebab di hadapan Allah, tidak ada kasih yang kecil.
Siapa yang selama ini diam-diam kita perlakukan seperti barang buangan?
Tuhan, berilah aku mata Teresa, yang mampu melihat wajah-Mu pada mereka yang disingkirkan dunia. Amin.