‹ Semua renungan

Sabtu, 29 Agustus 2026

Talenta yang Dikubur

Hari ini Gereja mengenang kemartiran Yohanes Pembaptis: kepala yang dipenggal karena mulut yang tidak mau dibungkam. Yohanes tahu risiko menegur raja. Ia bisa saja diam, memilih aman, dan mati tua di tepi Yordan. Ia memilih setia pada suaranya, dan membayarnya lunas.

Pas sekali, Injil hari ini bicara tentang hamba yang memendam talenta. Ia diberi satu talenta, jumlah yang sebenarnya sangat besar, tapi ia menggali lobang dan menyembunyikannya. Alasannya jujur sekali: aku takut. Perhatikan, hamba itu tidak dihukum karena korupsi atau berfoya-foya. Ia dihukum karena tidak melakukan apa-apa. Rasa aman ternyata bisa menjadi dosa, kalau ia membuat karunia Allah terkubur.

Yohanes kebalikannya. Talentanya adalah suara kenabian, dan ia memakainya sampai tandas, meski taruhannya leher. Di mata dunia ia gagal: dipenjara, dipenggal, selesai. Di mata Allah ia hamba yang baik dan setia.

Paulus menegaskan pola Allah itu dalam bacaan pertama: yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan yang kuat, supaya tidak ada yang memegahkan diri di hadapan-Nya.

Kita semua memegang talenta: kemampuan, suara, pengaruh, sekecil apa pun. Pertanyaan hari ini tajam: sedang kita jalankan, atau sedang kita kubur rapi-rapi atas nama takut?

Tuhan, bangkitkan talenta yang kupendam karena takut. Jadikan aku setia seperti Yohanes. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →