‹ Semua renungan

Jumat, 28 Agustus 2026

Gelisah Sampai Pulang

Kemarin kita menemani Monika berjaga. Hari ini Gereja merayakan buah dari air matanya: Agustinus, anak yang ditangisi itu, menjadi uskup dan pujangga Gereja.

Agustinus muda mengejar segala yang ditawarkan dunia: karier, kenikmatan, filsafat paling bergengsi. Semua didapatnya, dan semua terasa hambar. Di kemudian hari ia merumuskan pengembaraannya dalam satu kalimat yang tak lekang: Engkau menciptakan kami bagi-Mu, ya Tuhan, dan gelisahlah hati kami sampai beristirahat dalam Engkau.

Paulus dalam bacaan pertama seperti sedang meringkas kisah hidupnya: pemberitaan salib memang kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan ia adalah kekuatan Allah. Agustinus sang ahli pidato akhirnya bertekuk lutut bukan pada argumen yang lebih pintar, melainkan pada kasih yang disalibkan.

Injil hari ini menyambung ajakan berjaga kemarin dengan perumpamaan sepuluh gadis. Lima bijaksana, lima bodoh. Bedanya satu: persediaan minyak. Minyak itu tidak bisa dipinjam mendadak, seperti kedalaman hidup rohani tidak bisa diutang semalam sebelum ujian tiba. Ia diisi pelan-pelan: doa harian, tobat yang jujur, kasih yang dilatih.

Agustinus hampir kehabisan minyak. Doa ibunya menjaga pelitanya, sampai Tuhan sendiri menyalakannya.

Bagaimana persediaan minyak kita hari-hari ini?

Tuhan, hatiku gelisah sampai beristirahat dalam Engkau. Isilah buli-buliku dengan minyak-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →