‹ Semua renungan

Rabu, 26 Agustus 2026

Cat di Tembok Lembab

Tembok yang lembab tidak bisa disembuhkan dengan cat. Dicat seputih apa pun, beberapa bulan kemudian nodanya muncul lagi, mengelupas, menghitam. Tukang yang jujur akan bilang: bocornya dulu dibereskan, baru dicat.

Kemarin Yesus menyuruh membersihkan bagian dalam cawan. Hari ini gambar-Nya lebih keras: kamu seperti kuburan yang dilabur putih, sebelah luarnya bersih tampaknya, sebelah dalamnya penuh tulang belulang. Kemunafikan memang seperti cat pada tembok lembab: menolong penampilan sebentar, tidak menyembuhkan apa-apa.

Bacaan pertama menyodorkan lawannya: hidup yang isinya boleh diperiksa. Paulus berani berkata kepada jemaat Tesalonika: kamu sendiri tahu bagaimana kami hidup di antara kamu. Kami berjerih payah siang malam supaya tidak menjadi beban siapa pun. Lalu nasihatnya yang terkenal lugas: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Orang Jawa punya padanannya: ora obah, ora mamah. Tidak bergerak, tidak makan.

Iman yang sehat memang kelihatan dari hal-hal sesederhana itu: cara kita bekerja, menepati janji, tidak menumpang hidup pada keringat orang lain. Kesalehan tanpa kejujuran hidup hanyalah labur putih.

Mana yang lebih sering kita rawat: tembok depan yang dilihat orang, atau ruang dalam yang dilihat Allah?

Tuhan, aku lelah berdandan di luar. Sembuhkanlah lembab di dalam hatiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →