Selasa, 25 Agustus 2026
Saringan yang Aneh
Di dapur, saringan itu alat kejujuran. Ia menahan ampas dan meloloskan sari. Tapi bayangkan saringan yang aneh: rapat menahan semut terkecil, namun bolong meloloskan kelapa utuh. Saringan macam itu pasti langsung dibuang.
Yesus hari ini menuduh orang Farisi memakai saringan semacam itu: nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Mereka teliti luar biasa pada perkara receh: persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan, bumbu-bumbu dapur, dihitung sampai lembarnya. Tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat mereka abaikan: keadilan, belas kasihan, kesetiaan.
Jangan buru-buru merasa aman. Penyakit ini awet sampai sekarang. Ribut soal detail aturan ibadat, tapi adem saja melihat tetangga kelaparan. Rajin memeriksa dosa kecil orang lain, sambil menelan bulat-bulat kesombongan sendiri. Cawan dikilapkan luarnya, dalamnya dibiarkan penuh rampasan.
Yesus tidak menyuruh mengabaikan yang kecil: yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Ia hanya menata ulang urutan. Yang berat dulu: adil, berbelas kasih, setia. Yang kecil akan menyusul dengan sendirinya dari hati yang beres.
Coba periksa saringan rohani kita hari ini: apa yang kita tahan rapat-rapat, dan apa yang diam-diam kita telan?
Tuhan, bereskanlah bagian dalam cawanku, supaya luarnya ikut bersih. Amin.