‹ Semua renungan

Senin, 24 Agustus 2026

Mari dan Lihatlah

Setiap daerah punya stereotipnya. Orang kota ini dicap pelit, orang kampung itu dicap kasar. Sekali cap menempel, kita merasa sudah mengenal seseorang sebelum berjumpa. Padahal yang kita kenal baru labelnya, bukan orangnya.

Natanael, yang dikenang Gereja hari ini sebagai Santo Bartolomeus, juga punya cap untuk satu kampung: 'Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?' Nazaret memang kampung kecil yang tidak tercatat prestasinya. Jawaban Filipus sederhana dan jitu: 'Mari dan lihatlah!' Ia tidak berdebat. Ia mengajak berjumpa.

Dan perjumpaan itu membalik segalanya. Yesus menyambutnya dengan pujian: inilah orang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Natanael kaget: bagaimana Engkau mengenal aku? Yesus ternyata sudah melihatnya di bawah pohon ara, jauh sebelum mereka bertatap muka. Yang mencurigai ternyata sudah lama dikenal dan dikasihi. Seketika prasangka itu runtuh menjadi pengakuan: Rabi, Engkau Anak Allah!

Kitab Wahyu memperlihatkan ujung kisahnya: nama para rasul, termasuk si peragu ini, terukir pada batu dasar Yerusalem surgawi. Prasangka tidak menghalangi Allah memakai seseorang, asal ia mau datang dan melihat.

Siapa yang selama ini kita hakimi dari labelnya, padahal belum pernah sungguh kita jumpai?

Tuhan, gantilah prasangkaku dengan keberanian berjumpa. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →