Selasa, 18 Agustus 2026
Lubang Jarum
Ibu-ibu yang biasa menjahit tahu betul: memasukkan benang ke lubang jarum saja perlu mata jeli dan tangan tenang. Ujung benang harus dipilin dulu, dibasahi, diluruskan. Yang gemuk sedikit saja tidak akan lolos.
Kemarin kita melihat orang muda kaya itu pergi dengan sedih. Hari ini Yesus berkomentar kepada murid-murid-Nya: lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Unta, hewan terbesar di negeri itu, dan lubang jarum, celah terkecil yang mereka kenal. Murid-murid gempar: jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?
Perhatikan jawaban Yesus. Ia tidak berkata: yang miskin. Ia berkata: bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin. Keselamatan memang bukan prestasi orang miskin ataupun orang kaya. Ia selalu karunia.
Raja Tirus dalam bacaan pertama memperlihatkan bahaya kekayaan yang sesungguhnya: perlahan-lahan ia berkata dalam hati, aku adalah allah. Harta jarang membuat orang murtad terang-terangan; ia hanya membuat orang merasa tidak butuh siapa-siapa. Itu lebih halus, dan lebih berbahaya.
Apa yang membuat badan kita terlalu gemuk untuk lubang jarum itu: harta, gengsi, atau rasa aman palsu?
Tuhan, kosongkan aku dari segala yang membuatku merasa tidak membutuhkan Engkau. Amin.