‹ Semua renungan

Sabtu, 8 Agustus 2026

Kecil tapi Hidup

Biji cabai itu kecilnya keterlaluan. Menempel di telenan pun sering tidak kelihatan. Tapi jatuh di tanah pekarangan, beberapa bulan kemudian ia menjadi pohon yang buahnya menghidupi satu dapur.

Kemarin Yesus bicara soal memikul salib. Hari ini murid-murid gagal mengusir setan dan bertanya malu-malu: mengapa kami tidak dapat? Jawaban Yesus lugas: karena kamu kurang percaya. Lalu kalimat terkenal itu: iman sebesar biji sesawi saja cukup untuk memindahkan gunung.

Yesus tidak menuntut iman sebesar gunung. Ia menuntut iman sebesar biji. Yang penting bukan ukurannya, melainkan hidup atau tidaknya. Biji yang hidup akan tumbuh. Batu sebesar apa pun tetap batu.

Habakuk merumuskannya dalam satu kalimat yang kelak menggerakkan sejarah: orang yang benar akan hidup oleh percayanya. Ia mengucapkannya justru ketika sedang protes kepada Allah, ketika kelaliman tampak menang di mana-mana. Percaya bukan berarti berhenti bertanya. Percaya berarti tetap berdiri di menara pengintaian, menantikan jawaban-Nya.

Santo Dominikus memulai ordo pengkhotbahnya juga dari yang kecil: beberapa saudara, sebuah aturan, banyak doa. Kini buahnya tersebar ke seluruh dunia.

Iman kita mungkin kecil. Pertanyaannya satu: masih hidupkah ia?

Tuhan, aku percaya. Tolonglah aku yang kurang percaya ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →