‹ Semua renungan

Senin, 3 Agustus 2026

Manis Belum Tentu Benar

Lidah kita memihak yang manis. Sirup selalu menang melawan jamu. Padahal semua orang tahu, yang menyembuhkan sering justru yang pahit.

Hari ini dua nabi berhadapan di rumah Tuhan. Hananya membawa kabar manis: dua tahun lagi kuk Babel patah, semua orang buangan pulang. Rakyat tentu senang. Yeremia membawa kabar pahit: pembuangan masih panjang, kuk kayu akan diganti kuk besi.

Menariknya, Yeremia tidak marah. Ia malah berkata: 'Amin! Moga-moga Tuhan berbuat demikian!' Ia sendiri ingin kabar manis itu benar. Siapa yang tidak ingin? Tapi ingin saja tidak membuat sesuatu menjadi benar. Nabi damai, katanya, baru terbukti benar kalau nubuatnya digenapi.

Kita hidup dikelilingi banyak hananya kecil. Suara-suara yang menjual jalan pintas: cepat kaya, cepat sembuh, cepat beres, semuanya tanpa salib. Suara itu laris karena enak didengar. Dan kita memang gampang membeli yang enak.

Injil hari ini menunjukkan ukuran yang sejati. Yesus melihat orang banyak, tergerak belas kasihan, lalu memberi mereka makan sungguhan. Bukan janji kosong. Roti yang benar-benar bisa dipegang lima ribu orang.

Hari ini, kabar mana yang kita percaya: yang benar, atau yang enak?

Tuhan, beri aku telinga yang tahan mendengar kebenaran, meski pahit rasanya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →