Rabu, 29 Juli 2026
Rumah di Betania
Hampir setiap orang punya satu rumah sahabat yang istimewa. Rumah yang pintunya tidak perlu diketuk lama. Datang tanpa kabar pun tetap disambut, disuguhi apa adanya, boleh bercerita sampai malam. Rumah semacam itu tidak banyak. Satu saja sudah kekayaan.
Yesus pun punya rumah seperti itu: di Betania, rumah Marta, Maria, dan Lazarus, yang pestanya kita rayakan hari ini. Di sana Ia disambut sebagai sahabat, bukan tamu agung. Marta sibuk melayani, Maria duduk mendengarkan, Lazarus disebut Injil sebagai dia yang dikasihi Yesus. Di rumah itu Yesus pernah menegur dengan lembut, pernah juga menangis.
Injil hari ini berbicara tentang harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga. Orang yang menemukannya menjual seluruh miliknya, dan anehnya, dengan sukacita. Tiga bersaudara Betania menemukan mutiara itu dalam wujud paling sederhana: kehadiran Yesus di ruang tamu mereka. Persahabatan dengan Tuhan ternyata harta yang membuat segala milik lain terasa ringan dilepas.
Kita sering menyangka kesucian itu perkara jauh dan tinggi. Betania berkata lain: kesucian bisa berbentuk rumah yang pintunya terbuka bagi Tuhan.
Adakah kursi di rumahku, dan di jadwal harianku, yang disediakan khusus bagi-Nya?
Yesus, sahabat Marta, Maria, dan Lazarus, jadikan rumahku Betania-Mu. Amin.