‹ Semua renungan

Jumat, 24 Juli 2026

Perkara Tanah

Perhatikan pekarangan yang tiap hari dilewati orang. Tanahnya lama-lama padat, keras seperti jalan. Hujan turun pun airnya cuma lewat. Benih yang jatuh di situ tinggal menunggu paruh burung. Padahal beberapa langkah ke samping, tanah gembur di bawah pohon pisang menumbuhkan apa saja.

Kemarin murid-murid bertanya mengapa Yesus mengajar dengan perumpamaan. Hari ini Yesus membuka artinya satu per satu. Benih itu firman. Tanahnya adalah hati kita. Ada hati yang keras karena terlalu sering dilintasi segala hal, sehingga firman tidak sempat meresap. Ada hati berbatu: cepat menyala, cepat padam ketika kesulitan datang. Ada hati semak duri, dan Yesus menyebut nama durinya dengan jelas: kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan.

Yang menghibur, penabur itu tidak pernah kapok. Lewat Yeremia hari ini Ia masih memanggil: kembalilah, hai anak-anak yang murtad. Bahkan Ia berjanji mengangkat gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Nya.

Kabar baiknya, tanah bisa diolah. Hanya saja tanah keras tidak diubah dengan sekali cangkul. Ia digemburkan pelan-pelan: doa singkat tiap pagi, hening sejenak sebelum tidur, satu ayat yang dikunyah seharian.

Pekan ini, hatiku sedang menjadi tanah yang mana?

Tuhan Penabur, gemburkan tanah hatiku, supaya firman-Mu berakar dan berbuah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →