‹ Semua renungan

Kamis, 23 Juli 2026

Kolam yang Bocor

Ada rumah yang bak airnya tidak pernah penuh. Pagi diisi, sore sudah kandas. Diisi lagi, kandas lagi. Setelah tukang datang memeriksa, ketahuanlah sebabnya: retak halus di dasar bak, nyaris tak kelihatan. Selama retak itu dibiarkan, mengisi air hanyalah kesia-siaan yang rajin.

Yeremia hari ini menyampaikan keluhan Tuhan yang terdengar seperti keluhan orang patah hati: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, pada waktu engkau menjadi pengantin. Lalu vonisnya jatuh: dua kali umat-Ku berbuat jahat. Mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, kolam yang bocor.

Bukankah itu potret kita? Haus akan damai, lalu sibuk menggali kolam sendiri: hiburan tanpa henti, pengakuan orang, belanja, kesibukan yang tak putus. Diisi terus, kok kering terus. Bukan karena isinya kurang banyak, tetapi karena kolamnya memang bocor.

Dalam Injil, Yesus menyebut hati bangsa ini telah menebal. Telinga berat mendengar. Mata melekat tertutup. Itulah tahap lanjut dari kolam bocor: lama-lama kita berhenti merasa haus akan yang sejati.

Kolam apa yang sedang kugali diam-diam, padahal Sumber air hidup ada di dekatku?

Tuhan, sumber air hidup, tambal kebocoran hatiku, dan buat aku minum dari Engkau saja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →