Senin, 20 Juli 2026
Timbangan yang Jujur
Di pasar, kepercayaan diuji lewat benda kecil: timbangan. Pembeli yang pernah dicurangi akan minta timbang ulang. Ia menuntut bukti, sebab pengalaman mengajarinya curiga. Tetapi pada penjual langganan yang jujur bertahun-tahun, orang tidak pernah minta bukti. Kejujuran itu sendiri sudah tandanya.
Hari ini ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus: kami ingin melihat suatu tanda. Aneh. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dan mereka masih minta tanda. Yesus menolak. Tanda satu-satunya ialah tanda Yunus: tiga hari dalam perut bumi. Orang Niniwe saja bertobat hanya karena mendengar pemberitaan Yunus, tanpa satu pun mukjizat.
Bacaan pertama memberi kuncinya. Mikha bertanya: dengan apa aku menghadap Tuhan? Ribuan domba? Puluhan ribu curahan minyak? Jawabannya sederhana sampai memalukan: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup rendah hati di hadapan Allahmu. Tuhan tidak minta pertunjukan besar. Ia minta timbangan hati yang jujur.
Sering kali permintaan tanda hanyalah cara halus menunda ketaatan. Nanti kalau sudah jelas, baru aku berubah. Padahal yang baik sudah lama diberitahukan.
Hari ini, aku sedang menunggu tanda, atau sedang menunda taat?
Tuhan, aku sudah tahu apa yang baik. Beri aku keberanian untuk melakukannya hari ini. Amin.