Kamis, 16 Juli 2026
Kuk Berdua
Petani tua tahu satu rahasia. Kerbau muda tidak pernah dipasangi kuk sendirian. Ia dipasangkan dengan kerbau tua yang sudah berpengalaman. Yang tua menarik lebih banyak, yang muda tinggal mengikuti iramanya. Bajak tetap berjalan, tanah tetap terbalik. Lama-lama si muda belajar bekerja tanpa terasa sedang diajari.
Kemarin Yesus bersyukur karena Bapa menyatakan rahasia-Nya kepada orang kecil. Hari ini undangan itu dibuka lebar: marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Anehnya, kepada orang letih Yesus justru menawarkan kuk. Bukankah kuk itu alat kerja, alat beban? Tetapi dengarkan baik-baik: pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku. Kuk itu dibuat untuk dua leher. Yesus tidak melempar beban dari jauh. Ia masuk ke dalam kuk yang sama, menarik di sisi kita.
Maka kuk-Nya enak bukan karena bebannya hilang, melainkan karena tidak lagi dipikul sendirian. Yesaya pun bersaksi hal yang sama: segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
Banyak dari kita letih bukan karena beban terlalu berat, tetapi karena memikulnya seorang diri. Beban apa yang selama ini kutolak untuk kubagi dengan Tuhan?
Tuhan Yesus, hari ini aku masuk ke dalam kuk-Mu. Ajari aku menarik seirama dengan Engkau. Amin.