‹ Semua renungan

Rabu, 15 Juli 2026

Kapak yang Sombong

Di dapur, pisau tidak pernah minta dipuji. Hampir semua masakan lewat mata tajamnya. Bawang, cabai, daging, semua ia yang membelah. Tetapi yang dipuji tamu selalu juru masaknya. Dan pisau tidak protes.

Yesaya hari ini memakai gambar serupa. Asyur, negeri adikuasa zaman itu, sebenarnya hanya cambuk di tangan Tuhan. Tetapi ia merasa dirinya sumber segala kemenangan. Maka Tuhan bertanya dengan sindiran tajam: adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya?

Kemarin kita mendengar Yesus mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat. Hari ini nada-Nya berbalik lembut. Ia bersyukur kepada Bapa, sebab rahasia Kerajaan justru dinyatakan kepada orang kecil, bukan kepada orang bijak dan orang pandai.

Apa istimewanya orang kecil? Mereka tahu dirinya bukan sumber. Mereka menerima, lalu berterima kasih. Orang pandai gampang lupa. Semua terasa hasil otaknya, tangannya, kerja kerasnya sendiri. Persis kapak yang menyombongi tukangnya. Padahal kapak yang paling tajam pun hanya menganggur di gudang bila tidak ada tangan yang mengayunkannya.

Hari ini baiklah kita periksa diri. Prestasi mana yang diam-diam kuaku sebagai buatan tanganku sendiri, padahal ada Tangan lain yang memegangku?

Bapa, Tuhan langit dan bumi, jadikan aku alat yang tahu diri di tangan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →