‹ Semua renungan

Selasa, 14 Juli 2026

Dua Puntung Berasap

Tungku kayu punya tipuan tua: asap paling tebal justru keluar dari kayu yang hampir padam. Yang menyala terang malah nyaris tidak berasap. Mata kita mudah tertipu, mengira asap itu api.

Raja Ahas tertipu begitu. Dua raja bergabung hendak menyerbu Yerusalem, dan hatinya gemetar "seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin". Lalu Allah mengutus Yesaya dengan sebutan yang hampir jenaka untuk kedua penyerbu itu: "dua puntung kayu api yang berasap". Berasap, bukan bernyala. Tampak mengerikan, sesungguhnya hampir padam. Pesannya satu: "Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang." Ditutup peringatan yang layak dihafal: jika kamu tidak percaya, kamu tidak teguh jaya.

Kemarin Yesus berbicara tentang pedang dan salib; hari ini Ia mengecam Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum. Kota-kota itu kebalikan dari Ahas. Di depan mereka bukan asap, melainkan api yang sungguh menyala, mukjizat demi mukjizat, namun mereka tidak berubah. Ada yang gemetar di depan asap, ada yang dingin di depan api.

Kita bisa menjadi dua-duanya. Cemas berlebihan pada ancaman yang sebenarnya tinggal puntung, sambil kebal terhadap karya Allah yang nyata setiap hari.

Asap apa yang membuatku gemetar pekan ini, dan api mana yang selama ini kudiamkan?

Tuhan, teguhkanlah hatiku di depan asap, dan nyalakanlah hatiku di depan api-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →